All posts tagged: Indonesia

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 3 of 3 : The Island

Summer. What does summer mean to you? Maybe most of you will think summer is hot or summer is life with glimmering sunny day or a time that you can go outside more. But, here in tropical country there is no season like that. Oh, maybe there is always season like that every day in a year. So I never exactly experience a summer day before.  For me, maybe summer means play. Summer means travelling. Ultimately, summer means beach and sea. Pictured above: The Beach on Tangkil Island Continuing the other two part, here I will present you the island of Tangkil in front of Mutun Coast, Lampung. If you don’t read the past part, head to part 1 : the Coast and part 2 : the Sea or you will regret it.  Mutun Coast and Tangkil Island both are a famous beach travel site on Lampung, Indonesia. The Sumatrean beach near Sunda Strait give you a nice sensation of calm sea and wind. It’s a perfect place to do a summer holiday or summer camp. Tangkil Island …

Travel theme: Summer ~ Monas

As you probably know, here in this tropical country like Indonesian, there is no such thing as season. There is no summer, fall, winter, or spring. We originally have two season: rainy and sunny. We originally have two seasons actually: wet/rainy and dry/sunny, penghujan and kemarau in Indonesian. Penghujan is April to September, when there’s mostly rain (and prob.flood) in that time. Kemarau is October to March when there’s mostly day with bright sun in that time. But due to global warming (maybe), now we face the same phenomenon all time of the year. Random weather. So, when Ailsa invite me to join her photo challenge themed summer, I was blank. Even the official one give that theme one week later. I have no experience in summer yet. But It is a travel theme, isn’t it? Then, I decide to post a photo about my trip to National Monument, Jakarta. Jakarta is very hot, an embodiment of summer, maybe. National Monument (Monas) is our country proud of independence.

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 2 of 3 : The Sea

In the last week post, I talked about the beautiful beach-tourism site located in Lampung, Indonesia : Mutun Beach and Tangkil Island. This week, I will tell you the second part of the story with some photograph included, of course. Umm, actually this week post have more picture than story. Hope you enjoy it. If you have time, please come to Indonesia and go to this beach in Lampung. Pictured abouve: Mutun Beach from the Sea Standing from the coast, we can only imagine the beauty of the sea. Maybe we can see a part of it but we will never know the true nature. But when sailing we can feel the air and the emotion of the sea. Seeing through the horizon, we will notice how small we are and how vast the earth is. Seeing through the water we finally know the beauty inside the sea. Renting the traditional motor boat, we can go to the island of Tangkil at fifteen to twenty minutes ride. There is always boat ready to escort us to the …

Weekly Photo Challenge : Blue ~ Compilation

This week photo challenge is rather late isn’t it. Yeah, the late turns out to be a rather hard theme. The theme now is blue. But for a while, seeing the theme, i just want the challenge is rather later. Why is that? Because almost all of my blue collection, namely “the Sea”, are just collected to the continuation of the Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 1 of 3 : The Coast post, namely “the Coast”. I plan to publish it on Saturday. Hope this week theme will be long enough and cover the Saturday part. Hey, it’s late isn’t it. We must delay the next week theme for compensate the time we lost for this weeks. That way, I will have two submission in this weeks theme. KHekhekhe… For now, I just post what I can. It’s not a great photo but maybe you will enjoy it. I take the photo years ago when I was in high school.

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 1 of 3 : The Coast

I’ll even reach the sea, the origin of life, defeat it, and eventually meet you on that island. Lampung positioned in Sunda Stait has many amazing beach and water tourism. One of them and maybe one of the most beautiful is Mutun Coast. Compared to another beach tour site, it is relatively new. The beach is clean and white just like powder, but not as soft as it of course :D. It’s virgin and well maintained I can say, not like the tainted beach on Java. I went to the beach in 2007 on our Science Club Activity “Karya Ilmiah Remaja” trip and the photo in this post was all taken at that time. I don’t know what it looks like now but I believe it’s still as beautiful as I set my feet there five years ago. Just like Klara Beach provided in last week post, Mutun Coast is not far from the capital of Lampung, Bandar Lampung. It takes roughly 40 minutes by car. As we wait to please our eyes on the beach, …

Kelapa Rapat Beach, Lampung

Pictured above: Kelapa Rapat Beach. What poetry should I put on this picture? It’s that kind of picture, isn’t it. Have any idea? Kelapa Rapat is one of many famous beach in Lampung Province located in Teluk Ratai, Pesawaran. Kelapa Rapat basically means “dense coconut” because of many coconut tree around the beach. It’s usually called Kelara for short (or Clara for fancy English version :D). The landscape here is beautiful signified by the white sand and blue water. The beach’s wave is nearly nonexistent make it a perfect place for swimming.

Samosir District's Map

Jalan-jalan ke Danau Toba: Bagian 2/2 – Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah pulau terbesar di tengah danau toba. Sama seperti danau toba, wilayah pulau ini tidak mungkin bisa dijamahi dalam waktu sebentar. Bandar di seberang pantai wisata Parapat adalah desa Tomok. Desa ini hanyalah satu dari desa-desa wisata yang ada pada pulau Samosir tentu saja. Gambar di atas: Peta Samosir pada pelabuhan Tomok Untuk dapat menyeberang ke Tomok dari pantai wisata Parapat, kita harus menggunakan kapal penumpang kecil berukuran 20-30 orang. Terdapat cukup banyak kapal hilir mudik menyediakan jasa penyeberangan atau sekedar berputar-putar di perairan Toba dekat parapat. Penyeberangan memakan waktu 30-45 menit. Ongkos penyeberangan berbeda-beda menurut tanggal. Pada waktu saya menyeberang, tanggal 1 Januari 2011, ongkosnya Rp20.000,- per orang  sekali jalan (kalau tidak salah ingat). Ketika menyeberang, kita tidak langsung dibawa ke pelabuhan kecil di Tomok. Kapal akan berputar haluan sebentar untuk memanjakan penumpang dengan suasana danau. Selain itu, kapal akan mengunjungi sebuah tebing batu gantung. Ya, di tebing ini terdapat batu seukuruan satu meter berbentuk manusia. Batu ini bergantung di sisi bawah tebing yang menjorok ke danau. Konon katanya, batu ini jelmaan seorang gadis …

Jalan-jalan ke Danau Toba : Bagian 1/2 – Kota Parapat

Awal tahun 2011 kemarin, saya dan keluarga pergi berwisata ke Danau Toba. Perjalanan ke danau ini memakan waktu sekitar 6 jam dari Tanjung Balai dan sekitar 4 jam dari Medan. Kami sekeluarga tujuh orang berangkat dari rumah pukul tiga pagi dengan menggunakan mobil pick-up yang dirancang sedemikian rupa sehingga bak mobil berubah menjadi tempat yang nyaman untuk duduk dan tidur-tiduran. Di atas bak dipasangi terpal yang tentu saja sudah dipasangi tulang dari kayu resplang agar kuat, di bak dipasangi kasur supaya nyaman untuk disinggahi. Tidak lupa kami membawa dispenser dan makanan untuk menambah ke asyikan di dalam bak mobil pick-up tadi. Danau Toba adalah danau yang sangat luas. Tempat yang kami tuju hanyalah satu kota yang menempati satu iris kecil dari tubuh toba yang bahana: Kota Wisata Pantai Parapat. Sesampai di wilayah parapat ini, kita bisa merasakan udara sejuk seperti di kawasan Lembang, Bandung. Udara yang dingin dan segar. Foto di atas diambil dari salah satu warung di pinggir jalan menuju pantai parapat. Seperti yang bisa dilihat di foto atas, danau toba sangatlah indah dan sangatlah luas.

Terbalik di Indonesia

Beberapa hal di Indonesia sepertinya tampak terbalik dibanding hal-hal yang seharusnya. Contoh sederhananya adalah saat ada orang yang ulang tahun. Ucapan selamat dan doa masih bisa dimaafkan lah. Doa kan hal yang baik walaupun tidak seharusnya hanya diucapkan pada hari itu. Akan tetapi, tradisi yang ada di sekitar kita ialah orang yang ulang tahun mesti mentraktir teman-temannya. Hmmm… Saya belum melihat hal ini terjadi di masyarakat luar, setidaknya sejauh film yang saya tonton. Biasanya orang yang berulang tahun itu diberi selamat dan hadiah, setidaknya kue lah. Dengan demikian, orang yang berulang tahun itu berhutang budi kepadanya. Jika sang pemberi hadiah tadi berulang tahun, orang yang ia beri hadiah tadi kemungkinan besar akan ikut memberinya hadiah. Hari ulang tahun pun bisa menjadi hari yang berbahagia yang sebenarnya, bukan sekedar hari menjelang tua. Di lingkungan kita terjadi sebaliknya. Pengulang tahun mentraktir teman-temannya seolah-olah ia telah memenangkan suatu pertandingan. Mungkin ini karena sifat masyarakat kita yang cenderung opportunis kali ya. Dalam hal teknologi informasi terdapat pula yang terbalik di Indonesia. Salah satu contohnya adalah ketenaran IRC (Internet Relay Chat). Pada permulaan …

Guidance??

Tadi (barusan) saya laper. Karena bosen makan yang aneh-aneh, akhirnya saya memutuskan untuk makan di Balubur, di Warung Pecel Lele Jawa Timur yang sering saya singgahi. Jaraknya dari kosan cukup jauh, sekitar 1 – 2 km melewati ITB ke selatan. Entah mengapa perasaan ini timbul dengan kuat, padahal biasanya paling males keluar malem apalagi jauh dan cuma untuk makan. Akan tetapi, keinginan kuat itu tak dapat ditahan. Motor pun dikeluarkan dan aku pun capcus ke sana. Sampai di sana ku bilang “mas biasa satu” ke mas-masnya dan pesanan pun datang. Telor+tempe+tempe+kol goreng terhidang di hadapan. Selesai makan, aku pun pulang. Entah mengapa punglor yang biasanya memungut pungli kepada motor yang parkir di jalan balubur sebagai tukang parkir di pojok sana tidak menyambangiku. Aku pun cabut cepat-cepat sambil mengetes motor yang baru diservis (setelah 3 bulan + 3 kali per tiga minggu naik gunung). Sesampai di simpang dago dekat kosan aku kaget. Ternyata para pedagang kaki lima di sana lenyap. Jalanan sepi namun polisi dimana-mana. Padahal tadi pas berangkat lewat sini aku tak menyadari apa-apa. Hm, …

Life Must Go On

Even the earth quaked and the sky fallen Even the acean dried and the mountain blew away Even the very pillar of the city broke until its core Life must go on… Even your heart and your soul deep crushed Even your head spin and your brain cannot escape your prison Life must go on… Because we’re human, we must live. Bencana yang menimpa saudara kita di Padang Pariaman sangatlah dahsyat. Namun, hidup harus terus berjalan. Terlalu lama terundung dalam kesedihan takkan membawa apa-apa. Karena hidup tetap harus berjalan. Merahnya cabe mengalahkan sadisnya luka yang diberikan gempa. Kalahkan rasa takut dengan gempa. Mau apalagi, karena itulah satu-satunya sumber nafkah pedagang ini. Mereka saja bisa bangkit, kenapa kita tidak. sumber gambar : http://www.boston.com

Indonesia Bergetar

Tepat dua bulan lalu, 2 September 2009 bergetarlah Bumi Tasikmalaya. Getaran ini cukup dahsyat untuk bisa dirasakan teman-teman di Jakarta. Sangat dahsyat untuk meruntuhkan  ratusan bangunan dan merenggut setidaknya 72 jiwa. Dan ia adalah gempa terbesar mengawali rentetan gempa berikutnya yang mungkin membuat kita akrab dengan teguran ini. Gempa di Tasik berpusat di (7.809°S, 107.259°E) 125 km WSW dari Tasikmalaya dan 100 km SSW dari Bandung, 200 km SSE dari Jakarta pada kedalaman 46,2 km. Gempa yang dikenal dengan Gempa Tasik ini mempunyai magnitude sekitar 7.0 SR. Aku merasakan saat sedang kuliah Strukdisk. Gempa ini cukup menghebohkan ITB sampai memacetkan seluruh kuliah pada saat jam 3 itu, meskipun jam empatnya kuliah lagi dengan MK yang berbeda. Gempa ini mengerikan, bagi yang ada di Sunken Court dan melihat gedung PAU delapan lantai berjoget sungguh menyeramkan. Dan ini hanyalah gempa pembuka, pembuka mata kita.