Cerita Jepang
Tinggalkan sebuah Komentar

Kelupaan Uang di ATM

Suatu hari saya pergi ke ATM SMBC. Saya tarik uang 10.000 yen, pencet-pencet-pencet, kartu ATM keluar bersama dengan receipt. Oke, saya ambil dan kemudian pergi, naik ke kantor.

Waktu itu bulan puasa. Malamnya saya buka di warung India dekat kantor. Makan malam mutton briyani. Saat selesai dan mau bayar, saya cek dompet. Lho, kok nggak ada uang? Perasaan tadi siang ambil uang kan ya… Hmm…

(Untung recehan yang ada masih pas untuk bayar)

Keluar toko saya penasaran. Bener kan? Tadi siang ambil uang. Bukan ilusikan? Terus habis itu kaga belanja apa apa… Buka dompet juga mungkin kagak. Masa uang kertas bisa jatuh…

Perasaan terganjal. Jangan-jangan ketinggalan di ATM. Jadi saya pergi ke ATM lagi. Siapa tahu ada yang naruh uangnya disana… Pas dicek, ya nggak ada lah ya…

Saya masih rahu, tapi kayaknya bener kalau ketinggalan. Lupa ngambil itu uang kertas… Entah apa yang saya pikirkan waktu itu.

Kalau bener ketinggalan, mau lapor, tapi ke mana ya.

Di ATM kebetulan ada telpon. Di bawahnya ada nomor telpon emergency. Ya udah dicoba telpon pake ini aja, ternyata bisa nyambung.

Laporan deh… Kayaknya tadi tarik uang tapi kagak diambil tunainya. Si petugas pun bertanya-tanya. Jam berapa? Dimana Berapa besarnya? Setelah jelas, berita gembira datang. Oh ya tadi ada yang melapor ke kantor manajemen bank. Tapi si kantor sudah tutup, telpon aja ke kantornya langsung besok ya. Ini nomornya…

Tipikal ATM SMBC

Bukan ATM yang di kantor. Tapi mirip lah, ada telponnya.

Wow, masih ada harapan untuk uangnya kembali! Canggih juga sistemnya kalau uang lupa diambil, bisa diamankan, pikir saya.

Besoknya telpon deh. Ke kantor yang memanajemen ATM-ATM SMBC. Saya lupa nama lembaga dan cabangnya.

Yang menerima bapak-bapak. Dia kemudian bertanya macam-macam. Sama kayak kemaren sih. Jam berapa? Dimana? Berapa besarnya?

Terus juga berusaha mengestablish identitas saya. Standar nama dan nomor rekening. Juga si bapak bertanya, kemaren pake baju apa? Celana apa? Ada aksesori lain, oh pake gantungan nama ya?

Hm… Hm..

Untung saya inget kemaren pake baju apa. Kebetulan juga kemaren pakai baju yang jarang dipakai, kemeja warna hitam. Ternyata, ada yang melihat saya kemaren. Orang yang antri di belakang. Setelah saya pergi, dia masuk ke bilik ATM dan mendapati si 10.000 saya tercinta, terbengkalai. Karena saya sudah menghilang, dia ambil si 10.000, menyelesaikan bisnisnya, kemudian pergi ke kantor manajemen ATM tadi buat laporan kehilangan.

Bukan sistemnya yang canggih ternyata.

Si bapak kemudian menjelaskan kalau uangnya bakal di transfer balik oleh pihak bank via rekening satu minggu kemudian. Kagak apa-apa kan ya, katanya. Kemudian, si bapak mengakhiri telepon dengan, Untung ya… Ada orang yang baik…

Iya pak… Terima kasih banget saya orang baik itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.