Hari: 13 Mei 2018

Saraba… Nomor telponku…

Saya sudah di Jepang hampir lima tahun. Tentu saja saya punya nomor telepon selular Jepang sendiri, karena sangat tidak praktikal untuk tetap memakai nomor telpon Indonesia. Namun, selama ini nomor telpon Indonesia itu tetap saya biarkan hidup. Well, karena semua orang yang saya kenal di Indonesia tahunya nomor itu. Sejak SMA saya pakainya itu. Jadi alangkah elegan kalau nomor tersebut terus saya pakai sampai saya pulang lagi ke Indonesia dan terus selama saya hidup. What a romantist thought. Cara Bertahan Hidup Sebelum berangkat ke Jepang, saya bertanya ke Grapari Telkomsel. Gimana caranya supaya ini nomor hidup terus tapa dipakai di Jepang… Konversi ke Halo aja, katanya… Tapi kalau dari As nggak bisa pakai nomor yang sama, harus ganti yang awalnya 0812 (etc)… -.- Well, that defeat’s the purpose. Ada cara lain nggak? Nggak ada, katanya… Pff… Untungnya, Kartu As itu kalau dipakai sejumlah tertentu, masa aktifnya akan bertambah sebulan. Ya udah manfaatkan gitu aja. Saya isi pulsa terkecil, Rp25.000 dan setiap bulan saya kirim SMS nge-junk satu ke random person. Karena roaming, satu SMS itu aja memakan …