Dunia Maya
Comments 13

Internet: Three, Axis, Smartfren dan Operator Lain

My Most Visited Page

Sebagai penghuni dunia modern dan mahasiswa Informatika, Internet hampir menjadi kebutuhan primer saya, minimal sekunder lah. Banyak keperluannya misalnya untuk berkomunikasi, mencari berita dan referensi, membuat web, seneng-seneng, dan yang terpenting untuk menulis blog ini. Nah, orang yang ingin berinternet itu mau tidak mau harus punya modem (KBBI : modulator dan demodulator yg terpasang pd telepon untuk mengubah informasi digital ke dl bentuk suara dan sebaliknya).

Pertama saya hanya mengandalkan internet di kampus. Jaringan disana sangat memuaskan. Kecepatannya koneksi ke luarnya rata-rata dunia (sekitar 3 Mbps). Maklum jaringan internet ITB konek langsung ke Jepang sana. Ditambah lagi banyak konten bagus di situs internal kampus. Siap unduh bergiga-giga layaknya kopi dari harddisk ke harddisk. Film, anime, dan manga tontonan mingguan. Mantab!

Smart

IMAG1382 Namun, saya merasa lama-kelamaan repot juga mesti ke kampus kalau mau menikmati akses internet. Akhirnya sekitar tahun 2009 akhir saya membeli modem CDMA. Waktu itu CDMA khususnya operator SMART lagi populernya. Jaringan baru lebih cepat. Di web internal kampus (sebut saja rileks) ada tawaran modem Haier CE100 dari sesama mahasiswa. Beberapa yang sudah mencoba memberikan komentar yang positif dan bahkan menampilkan screenshoot dari kecepatan internetnya. Lumayan 300 kbps saat mengunduh pakai download manager. Waktu itu, model masih mahal cuy. Modem yang saya beli itu aja harganya hampir mencapai satu juta. CDMA unlock padahal. Setelah saya pakai, entah saya yang agak kurang beruntung atau gumana, kecepatannya tidak secepat yang saya harapkan. Hanya sekitar 120an kbps saat mengunduh pakai download manager. Mungkin karena kosan saya di wilayah cisitu yang banyak rumah tinggi (kosan saya yang rendah) sehingga sinyal tertutupi. Setelah memakai beberapa bulan dengan frekuensi jarang, saya agak menyesal juga membeli paket modem+kartu SMART ini. Waktu itu bayaran per bulan unlimited nya adalah sekitar 100 ribuan, jadinya males juga.

Telkom Speedy

Selang beberapa lama, saya dan teman sekosan memasang jaringan internet Telkom Speedy. Wah, serasa di surga. Jaringan ini cukup dapat diandalkan. Setidaknya kecepatannya jauh di atas kecepatan modem kebanyakan. Dengan pemasangan jaringan ini, frekuensi saya di kampus berkurang drastis. Yang tadinya saya mengunduh file manga terpaksa di kampus, kini saya berani mengunduh dari torrent dan dari awan sana. Tinggal tunggu satu malam sambil tidur, film bisa dinikmati esoknya. Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama. Beberapa bulan kemudian, keterhandalan Speedy berkurang. Sering sekali terjadi gangguan jaringan sehingga tampak tidak ada sinyal di ikon wireless di taskbar. Apalagi kalau hujan, beuh. Mati. Kami sendiri heran kenapa ini terjadi. Beberapa teman yang menggunakan Speedy mengaku lancar-lancar saja. Padahal Speedy kami hanya dipakai bertiga. Makin lama perilaku buruk ini makin sering terjadi. Kekesalan ini ditambah dengan meningkatnya tarif paket Speedy kami dari Rp225.000,- per bulan menjadi Rp330.000,- per bulan. Merasa tidak sanggup membayar Rp110.000,- per bulan, kami pun memutuskan untuk putus.

Axis dan Three

Tak terelakkan, saya dan teman sekosan pun membeli USB modem. Supaya beda, saya membeli paket 3 (three.red) dan dia (sebut saja Fikri) membeli paket Telkomsel Flash. Harganya sama, hanya beda model modem.

Hasilnya si Fikri beralih ke Axis setelah satu minggu mencoba Flash. Kenapa? Karena kuota bulanannya sudah habis seketika. Ketika kuota bulanan Flash habis, kecepatannya turun menjadi 64 kbps. Akan tetapi, tidak seperti operator lain, jaringan Flash menjadi tidak dapat digunakan sama sekali (kata Fikri).

Axis Stabil

Axis biasa stabil di sekitar 120kbps atau 60kbps

Tiga minggu kemudian, saya pun beralih ke Axis. Kenapa? Karena three sangat amat tidak dapat diandalkan. Setidaknya itu yang saya rasakan. Page load terasa sangat lama sekali dan sering terjadi gagal akses yang berlangsung selang waktu cukup lama. Kenapa Axis? Karena menurut pengakuan Fikri, setelah ia mencoba Axis, jaringannya stabil. Sebelum dan sesudah kuota habis hampir tidak ada beda. Belilah pula saya nomor Axis dari makelar yang sama yang menjual kartu itu ke Fikri. Setelah mencoba, top markotop. Lancar, beda sekali dengan Three. Angka kecepatan download di perangkat lunak bawaan modem terus berada di sekitar 120 kbps. Stabil, itulah yang utama.

Eits, tunggu dulu. Belum selesai ceritanya. Paket Three tadi masih ada tiga bulan. Jadi saya menggunakannya berselang-seling.

Three Nggak Waras

Kecepatan Internet Three Kadang Menggila

Three ini agak aneh. Sebagian besar waktu mencoba Three saya mendapati halaman “Webpage not available”. Akan tetapi, ada saat-saat acak tertentu yang kecepatan akses Three ini menjadi tidak waras. Menggila. Ketika saya menyebut menggila, kecepatannya meningkat tajam hingga di atas 1 Mbps. Gila. Ketika hal ini terjadi, semua urusan terasa sangat lancar. Unduh torrent 300MB selesai dalam kurun waktu kurang dari setengah jam. Untuk browsing jangan ditanya. Lancar.

Sayangnya, mode gila Three ini sangat terbatas. Hanya kadang-kadang (kalau beruntung) saja terjadinya. Selama mencoba tidak ada waktu tertentu yang saya dapati. Mungkin sih rata-rata di hari Minggu sore atau Selasa pagi. Kemudian, mode gila ini tidak berlangsung lama. Mungkin hanya 12 jam paling lama. Setelah mencapai batas waktunya, jaringan akan terputus dengan sendirinya. Fuih, setelah itu kembali ke halaman yang paling sering saya temui “Webpage not available”.

Memang lebih enak memakai Axis. Lebih stabil. Akan tetapi, saya sedikit heran. Kecepatan internet Axis saya dan Fikri terasa berbeda. Fikri jauh lebih cepat. Mungkin karena modemnya punya kecepatan max.14Mbps. Tetapi harusnya nggak ngaruh lah. Kan maksimal kecepatan Axis cuma 3.1Mbps. Mungkin karena merek modemnya atau mungkin karena laptopnya 3 tahun lebih baru. Entahlah, masih misterius.

Kembali sebentar ke nasib si modem CDMA tadi. Dua tahun setelah saya tinggalkan, SMART sudah berubah menjadi SmartFren dengan slogan “I hate slow”. Sepertinya mereka memegang slogan ini cukup kuat, karena ketika saya mengetes dengan paket mingguan hasilnya cukup dapat dihandalkan. Sekarang modem ini ada ditangan teman sekosan saya yang satu lagi, Sidik. Saya tidak menggunakannya karena merasa repot harus mengelola 3 kartu internet sekaligus dan sudah ajeg dengan Axis. Lagipula, SmartFren lebih tidak stabil dari Axis terutama jika ada proses unduhan, bahkan download melalui torrent sekalipun. Stuck.

Grafik Axis Sekarang

Axis Sekarang Labil

Ajeg? Entar dulu. Itu keadaan sekitar tiga bulan lalu (Maret 2012). Sekarang (Juni 2012) keadaannya lain. Entah mengapa, sudah seminggu ini Axis kumat. Kestabilan grafik kecepatan download-nya pindah dari 120kbps ke 60kbps, sering naik turun pula (lihat Gambar di bawah). Sebelumnya memang sering pindah, tetapi tidak terlalu pengaruh ketika mengakses halaman website. Sekarang lonceng jam serasa berdenting lebih lambat. Jika torrent hidup (sama seperti SmartFren tadi), semua akses browser dialihkan ke halaman “Website not found” atau “Webpage not available” tadi. Padahal sebelumnya tidak. Kemudian, koneksi sering putus sendiri. Jika ditinggal beberapa lama, koneksi putus otomatis. Wew. Lebih parahnya lagi, juga makin sering terjadi internet tidak dapat diakses. Padahal grafik kecepatan downloadnya jalan. Hmmm….

Entahlah. Katanya sih memang selalu begitu. Setelah memakai 4 bulan lebih, kecepatan internet sebuah operator berubah drastis. Katanya sih operator lebih memanjakan pelanggan baru daripada mempertahankan pelanggan lama. Yah, kalau memang benar begitu, itu adalah sebuah strategi yang aneh, menurut saya.

Masa ganti lagi? Duh, pake operator internet apa lagi ya??? Anda?

13 Comments

  1. enak pake Three gan…kalo kalian mau download pke aja paket KenDo (Always On) Three..kuota 1.5GB + 1GB , kecepatan di Internet Download Manager 800kb/sec naik turun,,tp itu waktunya cuma dr jam 12 malem sampai jam 6 pagi tp mnurut sy itu paket yg paling enak bwt download,,,kenyang!!!!!!!

  2. Node says

    Pengen nanya bro, kalo axis tuh bayarnya gimana ya? Dia ada paket2an bulanannya atau gimana? Soalnya pernah denger axis bayarnya per kb, waduh kan kalo gitu ludes duit kalo misalnya ada kekayaan 7 turunan juga ..

    pengalaman nih
    3 Emang download speednya top rate lah, tapi kecepatan page loadnya gak pantes buat provider yang harga quota 5gb perbulan diatas 3000 perak, hahaha bener2 kerasa gak dihargain gua bayar 125 rb perbulan. Kayaknya sih gara2 kebanyakan redirect buat web filter tuh 3, parno gua nonton begituan amat ya hahahah. Smartfren gak terlalu bagus gak jelek2 amat juga, tapi kalo buat user yang buat surfing2 santai sih pas2 aja, cuman jangan salahin gua kalo tiba2 ada birahi buat download apapun, beh speed mentok cuman 60kbps brur. kalo hoki lo lagi diporsir, bisa sampe 130kbps-an, tapi tetep aja biasa kan..

    thanks ya bro

    • AXIS ada paket unlimited per bulan kok. Untuk quota 1,5GB hargnya 49ribu, kuota 3GB harganya 79ribu. Cek aja di net.axisworld.co.id. Lumayan cepet lah, walau kadang ya nggak bisa diharapin juga. Maklum Indonesia…

  3. Ane pake axis bagus …..
    klo misalnya setiap empat bulan jadi jelek ya udh mendingan setiap empat bulan beli kartu axis yang baru..
    boleh nanya klo pake paket axis unlimited yang 45 sebulan bisa buat main point blank gk???

    • Node says

      Maksudanya apa nih bisa main point blank? Kalo mainnya ya iyalah bisa kalo buat connect ke server doang, cuman kan pasti gak optimal dan lelet mampus mainnya kalo pake data paket unlimited, 45 rb perbulan lagi, jiah.

  4. saya di tambun juga sering mengalami” internet not available ” padahal icon 3G nya aktif

  5. liyah maria (@Maniakmusik) says

    Saya pengguna Axis di depok nih, tiap hujan gledekan Axis masih tetap stabil dan ga mengalami gangguan, sinyal di depok juga Oke!, dan jarang sekali lemot.. malah kalo udah over kuota atau sudah melampaui batas pemakaian wajar saya masih bisa browsing2 jejaringan sosial sampai main main ke forum.. selama hampir 1 tahunan ini belum pernah kecewa sama Axis.

  6. Saya sudah lama pakai Axis, Badr. Cuma, Axis ini hanya kencang di Jawa. kalau sudah dibawa ke Sumatera jalannya seperti siput. Kalau dibawa ke Kalimantan atau Sulawesi (pengalama di Manado) terkena roaming karena dia akan berafilasi dengan operator XL.

    • Pengamat IT says

      Klo jaringan internet mobile yah gitu, pasti pake QUOTA dan FUP. Klo mau akses full unlimited, yah pasang jaringan dedicated line aja kayak speedy, astinet, maya, dll. Yg dedicated line, baru tuh full unlimited. Kecepatan tetap segitu selama sebulan penuh tanpa pengurangan kecepatan. Alhamdulillah saya jarang mengalami mslh di jaringan speedy. Klo pun RTO, yah tinggal reboot aja DSL nya pake alamat 192.168.1.1 di address bar browser, lalu masukkan username dan password modem, udh itu reboot, maka lancar lg deh

    • Node says

      Buat dial-up modem untuk sekarang sih kayaknya udah gaada. Paket2 unlimited udah pada dicabutin kayak bulu kaki, jadi sekarang yang “unlimited” tetep pake kuota, cuman kalo over quota masih bisa dipake tuh, asal masih di dalem jangka waktu langganan ya. Nah kalo udah abis gini speednya diturunin doang, gak di mati totalin kayak yang paket full quota. CMIIW, soalnya setau gw sih gitu. Kalo mau yang unlimited sama wus-wus kenceng internet ya langganan cable internet, i.e Telkom Speedy, First Media, etc, kayak yang dibilang bro Pengamat IT. Cuman biasanya kalo daftar cable internet tagihannya mahal sadis, kayak speedy yang 330 rb perbulan aja speednya masih kadang2 kesusul modem gw yang 100 rb per bulan. Tapi itu mah speedy doang ga beres, temen gua langganan first media 85 ribu perbulan speed stabil di sekitar 120kbps-150kbps. Sayang rumah gua gak nyampe first media..

  7. masih tetap pake spidol bed, tapi kalo hujan deras kemungkinan besar kena rto deh. kalau lagi perlu banget ya ke kampus pagi-pagi. modem pake smartpren tapi itu hidup kalo hujan besar, spidol mati, dan perlu internet. kalo mau boros, beli kartu baru aja tiap tiga bulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s