Jadi Ceritanya...
Comments 3

Kapet vs Petka

Anda kenal Kapet? Anda kenal Petka? Keduanya hanyalah hasil limit dari nama asli mereka masing-masing. Mereka memiliki keunikan masing-masing (setiap orang juga punya). Dan tentu saja keduanya tidak memiliki hubungan sama sekali. Jarang ada manusia yang menganal keduanya dalam waktu yang bersamaan. Dan bahkan mereka berdua belum pernah bertemu. Tapi jangan khawatir, keberadaan mereka adalah nyata dan telah dikonfirmasikan oleh banyak pihak di luar sana.

Kapet (bukan nama sebenarnya), lahir 21 Juni 1990, memiliki nama asli Khafidz Mubarak, asal dari SMA Negeri 1 Metro. Dengan ciri-ciri seperti manusia pada umumnya, berambut agak ikal, bibir agak tebal, tindakan sedikit aneh, dia memiliki kreativitas dan produktivitas yang tinggi dalam hal seni. Profesi ayahnya yang Da’I dan ‘tukang kawin’ mungkin tidak menurun kepadanya. Tapi soal hal seni, efektivitas dan yang aneh-aneh dia jagonya.

Bersikap jaim ketika di luar regu mainnya, gerakan tubuhnya saat di dalam sangat luwes (baca: pecicilan). Pencetus SensoPost, koran yang kami buat saat SMP, sekaligus pembuat kata-kata aneh ini cukup kreatif menggunakan alat-alat disekitarnya. Contoh: gagang microfon mesjid untuk SWAT-SWATan. Hobinya membuat anagram, kode, dan alias dari nama orang/ teman-temannya. Pengikut Pencak Silat ini gemar bertarung dengan sahabat (atau musuh?) nya Abrar (pengguna Aikido) dan Andi (rakyat biasa) di masjid Al-Hikmah sekolah.

Walau memiliki banyak bakat dalam seni, FSRD tidak membuat kapet (bukan nama sebenarnya) tertarik. Selain biaya masuk yang relative mahal, faktor jauh dan ketidakpedean (seperti yang terjadi pada kebanyakan anak lampung) membuatnya lebih memilih jadi masyarakat sipil di unila. Padahal, menurut ane potensi dia sangat menjanjikan untuk dapat masuk ke fakultas “wow” ini. Dengan pola pikir yang abstrak-teratur agak sekenanya sendiri ketika bekerja meski komitmen cukup dipegangnya. Catatan kebendaharaan SIAR yang dia pegang jauh lebih rinci dan tertata dibanding akhwat bendahara mana pun.

Kapet (bukan nama sebenarnya), nama ini timbul begitu saja saat mengucapkan namanya. Segera terkenal dengan nama itu, saya yang merupakan editor utama SensOpost (setelah Abrar, sang Designer Utama) suka membuat password, keyword dengan nama ini tanpa maksud apa pun.

Kisah asmaranya tidak diketahui sampai sekarang. Rutinitas terkini tidak diketahui sampai sekarang. Kelompok barunya tidak diketahui sampai sekarang. Sikap dan sifat barunya tidak diketahui sampai sekarang. Kondisinya tidak diketahui sampai sekarang. Untuk konfirmasi lebih lanjut tentang dia, dapat menghubungi 085279712090.

Petka (bukan nama sebenarnya), sekilas hanya sebuah anagram dari kapet (bukan nama sebenarnya) itu sendiri. Akan tetapi, dia adalah seseorang lain yang tak kalah mencengangkannya dibanding yang satu lagi. Berciri juga seperti kebanyakan manusia lainnya, rambut kayak Fikri, berkumis, nada rendah agak dewasa, agak tinggi dan gelap, dia memiliki visi yang panjang dalam hidupnya (sepertinya). Berperawakan santai, tenang, tapi berpendirian kuat (baca: agak ngotot dalam berdebat).

Pedcawanto K.A. (nama asli), seorang lulusan sma terkenal di Lampung, SMA * ****** *******sedikit berlawanan dengan Khafidz (nama asli). Nama depannya, dan nama belakangnya yang misterius (“K.A.”, sampai sekarang tidak diketahui apa kepanjangan dari inisial K.A. ini) kerap menjadi bahan nyanyian, cercaan, bahkan kadang ejekan oleh teman-temannya.

Salah satu penduduk STEI ini cukup ahli dalam bidang kesukaannya, catur (sok tau gitu yang nulis). Ikut dalam unit percama, anak lumayan kalem ini cukup aktif dan dalam unitnya. Meskipun agak susah diandalkan ketika ada panggilan suatu acara (kadang alasannya serentet), beliau cukup berani dalam mengambil suatu jabatan tertentu saat acara. Meskipun banyak yang mempertanyakan, komitmennya terhadap amanah tersebut ane pandang cukup besar. Perhatian terhadap acara dan langkah-langkah alternatif dalam penentuan kebijakan acara sangat diberikannya.

Agak kurang rapi dan kamarnya yang terkesan angker – gelap, lembab, tertutup, tema keraton, dan “berpenghuni” jadi sering minep tempat Zico, penampilannya terkesan kurang meyakinkan. Akan tetapi, gaya bahasa dan pemikiran dia cukup inspiratif. Berdebat dan bercerita tentang plan hidup adalah ahlinya sampai-sampai kesatria T****** kewalahan menghadapinya.

Ngekos di Gang Mama Husen, Plesiran bersama Zico, Billy, dan Adi, Petka (bukan nama sebenarnya) cukup eksis dan banyak relasi di kelasnya, kalkulus 15. Lampung, Kangen Band, dan Yolanda cukup membantu dalam pengeksisan dirinya di STEI ITB ini, meskipun dia jarang terlihat dengan oknum-oknum selain Mama Husen Inhabitants + Rizky + UBALAers lainnya. Zico kadang memanggilnya Pesda, sebuah variasi dari namanya dan sering pula dikembangkan jadi pesta darah. Hm..

Kisah asmaranya tidak diketahui sampai sekarang. Kisah masa lalunya tidak diketahui sampai sekarang. Ability aslinya tidak diketahui sampai sekarang. Untuk konfirmasi lebih lanjut tentang dia, dapat menghubungi 081369708215.

3 Comments

    • Albadr Nasution says

      mau ngeblok…, Hehe…
      Eh, pet. Lho siapa?? Lagi ngapain dimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s