Month: Juni 2012

Masuk Buletin STEI

Alhamdulillah, setelah kembali aktif mengeblog selama dua bulan, akhirnya saya mendapat buahnya juga. Bulan lalu salah satu dosen saya, Bapak Rinaldi Munir, memilih salah satu tulisan saya untuk dimuat di buletin STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, salah satu fakultas di ITB). Tulisan saya tersebut berjudul Facebook dan Google+: Mengapa Google+ Terlihat Sepi. Tulisan ini dimuat pada Buletin STEI Tahun 2 Vol.2 (April-Mei 2012). Buletin STEI merupakan media internal dari fakultas STEI yang terbit dua bulan sekali. Buletin ini dibagikan kepada lab-lab di STEI dan beberapa pihak yang memiliki kerja sama dengan STEI. Pada buletin ini terdapat rubrik “Dari Blog ke Blog” yang menampilkan tulisan dari blog yang ditulis keluarga STEI. Kebetulan, setelah blogwalking, Pak Rin menemukan tulisan saya tersebut. Saya memang belum merasa tulisan saya sudah bagus untuk dimuat di media lain selain blog. Akan tetapi, saya sangat ingin memiliki kemampuan seperti teman-teman yang tulisannya bisa tembus ke majalah, koran, atau media elektronik. Dengan demikian, tawaran dari Pak Rin sangat membahagiakan. Walaupun buletin STEI ini hanya media terbatas, ini mungkin awal dari jalan saya menuju …

Apakah Blog Masih Relevan?

Kita lihat masa sekarang banyak sekali layanan jejaring sosial betebaran. Mereka adalah tren baru dan gaya masa kini. Teknologinya paling terdepan. Sebaliknya blog merupakan media kuno yang sudah ada semenjak web dikenal orang. Perkembangannya ya begitu-begitu saja, tidak sepesat layanan “jejaring sosial” (walaupun terkadang blog juga dianggap sebagai salah satu jejaring sosial). Pemakainya jangan-jangan cuma orang-orang tua 40 tahunan ke atas. Belum lagi, beberapa jejaring sosial tersebut memiliki fasilitas serupa weblog. Di Facebook misalnya sudah menjadi gaya untuk menulis nasihat, hikmah, atau sekedar puisi di notes dan disebarluaskan ke seluruh friends yang ada. Pada grup pun ada fasilitas doc yang bisa dijadikan catatan bersama. Twitter sering disebut-sebut sebagai sarana microblogging. Kecepatan pesebaran informasinya katanya melebihi kecepatan gempa. Google+ apalagi, dengan jumlah karakter nyaris tak terbatas pada satu posnya, ia nyaris bisa digunakan sebagai catatan web seperti blog. Hal ini menimbulkan pertanyaan, masih zaman kah blog? Masih relevan gitu? Jawaban singkatnya : SANGAT MASIH LAH!! Memang, banyak orang yang sangat nyaman dengan jejaring sosialnya. Nyaman bisa menspam umpan berita teman-temannya dengan ocehan mundannya. Nyaman juga bisa berbagi …

Weekly Photo Challenge : Today | My Own Room in Cartoonish

This week’s theme is very surprising and frightening. Shit just got real when the challenge is like: Today! This week’s theme is a bit different (but you like that, don’t you?) – it’s about TODAY. This day. The day you’re reading and reacting to this post. No rules or guidance on what to post other than the photo must be taken today! Don’t cheat, don’t go into your photo archives on your computer, don’t link to an old post. Get your camera out, right now, and snap a picture to share with everyone!  Well. The problem is, I read the post challenge on Friday 23.25 so today is a very small window (only 35 minutes to come up with something) considering I haven’t taken a single photo today. Post a photo on the day you read and react to the photo? On this dark night with my phone camera? Well, it can’t be done except I take pictures of my own room. Hey, that’s it. I just need to take a photo of my own room. These photo is …