Day: 7 April 2015

Bungkus iPhone Itu Bahannya Apa Yak?

Saya termasuk orang yang eman membuang sampah kardus khususnya untuk barang elektronik. Waktu di Bandung, bungkus mouse, headset, hape, charger universal, bahkan sampai kardus dispenser pun tersimpan dengan rapi di suatu tempat. Mau dibuang kok rasanya nggak tega. Seolah nanti masih bisa dipakai lagi, untuk apaaa gitu. Sayangnya di Jepang nggak bisa begitu. Soalnya, “apato” (kosan) disini sempit-sempit. Anda bisa googling sendiri bagaimana konsep rumah jepang yang mungil tapi sangat efisien. Orang Jepang juga punya kebiasaan berbeda dengan orang Indonesia tentang barang-barang. Barang kuno sedikit, rusak sedikit, ya lembiru saja: lempar beli baru. No hard feeling. Beda banget dengan kita kan? Kardusnya aja sayang. Makanya gomi-senta (pusat sampah) di kampus sini bisa dibilang adalah toserba bagi orang asing, khususnya saat bulan-bulan kelulusan bagi mahasiswa Jepang (sekitar Maret-April). Dari sepatu, lemari, sampai laptop atau kulkas bisa diperoleh. Yup, orang jepang juga males bawain barang-barangnya saat kuliah balik ke rumah/ ke tempat kerja. Nggak kayak kita yang barangnya digotong atau bahkan dibagi-bagi di FJB ITB (saya). Dan budaya Jepang tadi dimanfaatkan oleh mahasiswa asing untuk menambah aksesori kosan. Setidaknya begitulah …