All posts tagged: Liburan Musim Dingin: Kansai

Kyoto: Kiyomizu Temple, Kuil Tanpa Paku Pun Sebatang

Ini adalah artikel terakhir dari seri Liburan Musim Dingin: Kansai. Situs terakhir dalam perjalanan pertama memanfaatkan 18 Kippu ini adalah Kuil Kiyomizu. Kuil ini termasuk salah satu kuil terkenal di Jepang yang wajib jadi tujuan wisatawan. Kuil ini juga terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Situs ini terkenal karena terbuat seluruhnya dari kayu tanpa penggunaan paku di seluruh strukturnya. Di tempatkan di posisi yang cukup tinggi, pemandangan dari kuil ini pun mengagumkan. Dari bawah, struktur kokoh kuil ini tampak sangar dan liat. Kiyomizudera dapat diakses dari stasiun Kiyomizu-Gojo, 20 menit jalan kaki. Kalau nggak mau terlalu jauh, dari stasiun Kyoto bisa juga naik bus nomor 100 atau 206 turun di halte Kiyomizu-michi. Tapi tetap jalan lagi sih 10 menit. Soalnya, kuil ini ditempatkan di dearah agak dalam, jauh dari jalan besar. Dan tempat yang tinggi, jadi jalannya nanjak. 😀 Dari jalan besar menuju kuil, kiri kanan jalan dipenuhi bermacam toko oleh-oleh. Makanan, baju, mainan, keramik. Lengkap kayaknya deh. Dan kalau beruntung dan berani, kita juga bisa ngeliatin cewek-cewek Jepang berbaju kimono lewat, dan terus …

Kyoto: Fushimi Inari Taisha di Tahun Baru 2014

Inari adalah dewa Jepang yang terkenal. Hampir setiap daerah punya kuil untuk dewa ini. Ukanomitama: dewa rubah, dewa kesuburan, dewa kesejahteraan (dan keadilan?).  Di antar semua kuil itu, kuil Inari di Fushimi adalah yang paling terkenal. Head-shrine, bosnya, dan yang paling wajib dikunjungi wisatawan. Terutama karena terdapat seribu gerbang yang terpancang di daerah kuil ini. Gerbang yang dimaksud alias torii adalah lambang jinja, kuil Shinto, berjejer mengikuti jalan setapak menuju ke puncak bukit nan jauh disana. Hari keempat dan terakhir saya 18 Kippuan Musim Dingin lalu ditujukan untuk menjelajahi Kyoto. Salah satunya yang tak boleh dilewatkan adalah situs ini tentunya. Hari ini bertepatan dengan pergantian kalender bagi banyak orang. Ya, 1 Januari 2014. Pagi pukul 10an kami berangkat. Situs ini hanya berjaran 5 menit dari stasiun Kyoto. Sekali ngesot dengan kereta lokal. Waktu kami beranjak, platform ke arah Fushimi Inari puadat sekali. Harus kesana dengan mode dendeng, berdiri berdesakan di dalam kereta. Dan, sampai di stasiun kereta di Fushini tepat di depan pintu utama kuil Inari Taisha wuooo… Semua petugas stasius seperti panik. Menghadapi derasnya arus manusia …

Enam Jam Berjalan Kaki Keliling Nara

Hari ketiga dalam Perjalanan Liburan Musim Dingin: Kansai, tujuan kami adalah kota Nara. Kota ini adalah ibukota Jepang kuno. Nggak kuno-kuno amat sih, sekitar 1300 tahun lalu. Menurut peta, situs-situs yg bisa dilihat di kota ini jaraknya dekat-dekat. Banyak tapi dekat. Katanya kalau tidak menghabiskan waktu minimal dua jam berkeliling disini, nggak puas. Jadi kami mendedikasikan setengah hari untuk menjelajahi ini. Enam jam akhirnya kami berjalan kaki berkeliling (dan itu blm cukup juga ternyata!). Pada rencana sih, maunya seharian penuh dari pagi jam 9. Hanya, paginya kami main-main dulu di Osaka sebentar karena kemaren belum sempat ke Osaka. Pertama-tama, dari tempat menginap di Osaka, kami bergerak ke stasiun JR Nara. Stasiun ini sebenarnya lebih jauh dari lokasi situs dibanding stasiun Kintetsu Nara. Namun, kami kan pergi dengan 18-Kippu, biar murah (gak harus bayar lagi) ya sudah kami lewat jalur JR. Dari stasiun, Nara Park dapat ditempuh dengan 20 menit berjalan kaki. Kami sampai pukul 12 lewat dalam keadaan lapar, jadi mampir dulu ke Saizeriya (dari kemaren nggak kepikiran untuk makan di restoran yg cukup aman dan …

Tiga Penginapan Berbeda saat Liburan Musim Dingin: Kansai

Sabtu, 28 Desember 2013 teman saya Sidik datang ke Toyohashi ketika hari mulai gelap. Jadwal ini agak mundur dari rencana karena konsep abstrak yang sulit dilawan di pagi hari Jepang saat musim dingin: dingin. Selimut adalah sahabat. Kami sudah merencanakan untuk keliling Jepang dengan tiket murah 18 Kippu dari tahun lalu, sebelum kejelasan bahwa kami akan ke Jepang sampai. Yah, bisa dibilang impian kami lah. Dan berdasarkan diskusi singkat, daerah Kansai sebagai pusat budaya Jepang jadi tujuan pertama kami musim dingin ini. Note: Paragraf ini adalah review, cerita prolog penuh dapat dibaca di prolog rangkaian artikel Liburan Musim Dingin: Kansai ini di Semangat Jiwa Muda, Seishun 18 Kippu ~ Liburan Musim Dingin: Kansai. Kami belum merencanakan apa-apa saat bertemu itu. Hotel. Itinerari. Daftar situs yg mau dilihat. Tahunya cuma 18 Kippu itu untuk lima hari dan bisa naik kereta lokal JR manapun aja. Malamnya barulah kami mikir detail perjalanan yang bisa dilihat di artikel prolog tadi. Setelah itu, pukul 11 malam lewat kami baru mengubek-ubek situs perhotelan untuk memesan penginapan. Menurut beberapa sempai, saat 18 …

Osaka: Makan Malam ala Xinjiang di Muqam dan Tabehoudai Bagus Resto

Hari pertama perjalanan 18-Kippuan Fuyu Yasumi kami ke Kansai. Malam itu kami syok sekali saat mengetahui bahwa kami salah tanggal saat memesan Hotel Taiyou Osaka. Karena mbak-mbaknya baik, kami dapat juga kamar double non-smoking cadangan dg harga yg agak lebih mahal dari pesanan kami. Setelah menghabiskan waktu istirahat untuk mengupas expedia, agoda, dan japanica habis untuk mengamankan tempat menginap untuk hari berikutnya (dg memesan dua hotel lain), kami pun sadar bahwa kami lapar. Sambil nyari hotel, saya menghujani om-gle dengan pertanyaan “restoran halal Osaka.” Pranala paling dapat diandalkan adalah situs Masjid Osaka: Halal Restaurants in Osaka. Dengan pertimbangan transportasi dan kedekatan dari hotel, serta lokasi restoran (pengen jalan-jalan sekalian kan), kami memilih ke daerah Namba. Ada restoran halal bernama Muqam di 2-2-8 Dotonbori, Chuou-ku, Osaka. Katanya sih makanan ala Xianjiang. Ini situsnya muqam.pepper.jp. Dari hotel, kami cukup ngesot sedikit lewat subway sekitar 10 menit, 2 stasiun, 200 yen (agak sayang sih sebenarnya, harus bayar, karena bukan JR [kami kan jalan2 pakai tiket 18-Kippu yg bisa naik kereta JR manapun]). Keluar di Exit 25, jalan 1 menit …

Kobe: Shin-Kobe Ropeway dan Nunobiki Herb Garden

Dari Kobe Harborland melihat-lihat kapal, laut, bianglala, dan kapal, kami mengunjungi kereta gantung kobe alias Shin-Kobe Ropeway. Kobe adalah kota pantai dan kota gunung. Kota sempit yang dibatasi oleh dua kontur bumi tersebut di selatan dan utara. Shin-Kobe Ropeway bisa diakses dengan subway, keluar di stasiun subway Shin Kobe. Atau kalau Anda naik shinkansen, bisa juga berhenti di stasiun JR (Shinkansen only) Shin Kobe. Setelah jalan via mall subway yang sangat panjang dan terintegrasi dengan stasiun kereta bawah tanah, kami langsung mendapati pintu masuk kereta gantung Kobe baru di sebelah mall di depan pintu keluar subway. Sebenarnya nggak sih. Begitu keluar sempat bingung dan konsult ke GoogleMap. Eh, ternyata tepat di dedepan subway ada plang penanda: Shin Kobe Ropeway ke kanan. Begitu belok kanan, tiga meter dari plang pertama tadi, ada plang lagi yang mengarah ke atas tangga, masuk ke mall di sebelah gerbang subway tadi. Bingung kan kami… Tapi begitu naik tangga, ada plang lagi dan ketahuan deh akhirnya mana pintu masuk ke area jalur tambangnya. Naik jalan miring yang cukup panjang berliku-liku (karena …

Kobe: Harborland, Bianglala, dan Museum Kapal

Rencana awal kami ke Kobe adalah berangkat jam 7 (dari tempat menginap di Osaka) dan berkeliling disana hingga siang (jam 12an). Mungkin karena matahari lagi datang bulan suka molor, kami akhirnya berangkat pukul 8 lewat. Maklum, semalam ngubek-ubek situs perhotelan buat menginap nanti malam dan besok malam dan kemudian berkeliling cari makan di pusat keramaian Osaka, Namba, sehingga tidur agak malam (standar sih sebenarnya, jam 11-an). Hotel Taiyou tempat kami menginap ini pun walau ada AC juga tetap dingin. Jadi agak tidak rela meninggalkan tempat tidur. Osaka-Kobe dari stasiun Osaka hanya memakan waktu setengah jam. Hanya saja, dari Hotel ke stasiun Osaka kami harus berdiri di kereta jalur lingkar Osaka selama 20 menitan. Sebenarnya persis di sekitar Hotel Taiyou ada Kebun Binatang Tennōji, tapi tutup. Memang banyak tempat wisata yg tutup di minggu pergantian tahun ini. Kami sampai di stasiun Kobe sekitar pukul 9 pagi. Tujuan pertama kami adalah bay alias pantai. Kebanyakan orang ke Kobe mau liat kapal. Kami juga. Jikalau otomotif buatan Jepang di dunia pasti lewat pelabuhan Toyohashi, hal yang baru di Jepang (dahulu) …

Kyoto: Arashiyama di Musim Dingin

Pada perjalanan 18 Kippu Liburan Musim Dingin lalu, Kyoto, lebih spesifiknya lagi Arashiyama, adalah situs yang pertama kali kami kunjungi. Seperti yang sudah sempat saya tulis bulan lalu, saya pernah ke Arashiyama sekali untuk melihat daun kuning momiji. Kunjungan waktu itu menyenangkan, tetapi kurang memuaskan. Yah, walaupun berangkat dari Toyohashi pukul 7.00, kami sampai disana pukul 14.00. Kemudian, kami hanya memiliki waktu 3 jam untuk berkeliling situs wisata tersebut. Sebenarnya, pada kunjungan kedua saat 18-Kippuan ini, saya dan Sidik juga sampai disana sekitar pukul 14.00. Sebelas dua belas lah. Namun, karena ini kunjungan kedua saya dan kami tidak punya konstrain waktu, komunitas, dan bus, kunjungan kedua ini lebih bisa dinikmati. Sebagai situs wisata yang menjual pemandangan pepohonan (terutama momiji) sebagai daya pikat utama, sesuai dugaan Arashiyama di musim dingin tidak begitu spesial. Pegunungannya hijau atau bahkan gundul, ada sedikit putih-putih nempel sih. Udara dingin tetapi tidak cukup untuk membekukan sungainya. Wisatawan yang hadir juga tidak seramai waktu itu. Yah, setidaknya yang terakhir ini merupakan hal yg bagus buat kami. Jembatan Togetsukuyo – seperti kunjungan pertama …

Semangat Jiwa Muda 18 Kippu ~ Liburan Musim Dingin: Kansai

Setahun belakang, saat negeri sakura masih dalam angan-angan, kami sering berandai-andai. Terpengaruh oleh cerita orang-orang yg lebih duluan beruntung dari kami. Kisah yang tertulis di media, buku, internet. Berita tentang keindahan negeri sakura. Dan rumor betapa praktisnya, betapa mendukungnya sistem transportasi disana untuk berkeliling ria. Sungguh rasanya ini sebuah titik penting, batu loncatan yang wajib kami alami dalam garis hidup ini. Alhamdulillah. Mimpi tersebut berhasil juga kami laksanakan pada pergantian tahun 2013-2014 lalu. Seishun 18 Kippu atau biasa disebut “18 Kippu” (Jyuhachi Kippu) saja adalah sebuah tiket promo untuk naik kereta JR manapun di seluruh Jepang untuk 5 hari. Harganya 11.500 yen yang sangat murah jika mempertimbangkan biaya shinkansen (sekali naik 8000 yen untuk tujuan jauh) dan biaya akumulatif untuk keliling-liling kota (minimum 200 yen sekali naik). Yup, transportasi di Jepang memang praktis tapi mahal! Nah, dalam periode-periode liburan, JR menawarkan tiket dewa ini untuk menarik minat orang berlibur. Walaupun namanya Tiket Pemuda 18, semua umur bisa make kok. Saya berumur 23 saat menggunakan tiket ini. Mungkin dinamakan begitu karena pemuda (dan pemudi tentunya) umur segitu …