All posts tagged: Fuyu Yasumi

Kyoto: Kiyomizu Temple, Kuil Tanpa Paku Pun Sebatang

Ini adalah artikel terakhir dari seri Liburan Musim Dingin: Kansai. Situs terakhir dalam perjalanan pertama memanfaatkan 18 Kippu ini adalah Kuil Kiyomizu. Kuil ini termasuk salah satu kuil terkenal di Jepang yang wajib jadi tujuan wisatawan. Kuil ini juga terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Situs ini terkenal karena terbuat seluruhnya dari kayu tanpa penggunaan paku di seluruh strukturnya. Di tempatkan di posisi yang cukup tinggi, pemandangan dari kuil ini pun mengagumkan. Dari bawah, struktur kokoh kuil ini tampak sangar dan liat. Kiyomizudera dapat diakses dari stasiun Kiyomizu-Gojo, 20 menit jalan kaki. Kalau nggak mau terlalu jauh, dari stasiun Kyoto bisa juga naik bus nomor 100 atau 206 turun di halte Kiyomizu-michi. Tapi tetap jalan lagi sih 10 menit. Soalnya, kuil ini ditempatkan di dearah agak dalam, jauh dari jalan besar. Dan tempat yang tinggi, jadi jalannya nanjak. 😀 Dari jalan besar menuju kuil, kiri kanan jalan dipenuhi bermacam toko oleh-oleh. Makanan, baju, mainan, keramik. Lengkap kayaknya deh. Dan kalau beruntung dan berani, kita juga bisa ngeliatin cewek-cewek Jepang berbaju kimono lewat, dan terus …

Enam Jam Berjalan Kaki Keliling Nara

Hari ketiga dalam Perjalanan Liburan Musim Dingin: Kansai, tujuan kami adalah kota Nara. Kota ini adalah ibukota Jepang kuno. Nggak kuno-kuno amat sih, sekitar 1300 tahun lalu. Menurut peta, situs-situs yg bisa dilihat di kota ini jaraknya dekat-dekat. Banyak tapi dekat. Katanya kalau tidak menghabiskan waktu minimal dua jam berkeliling disini, nggak puas. Jadi kami mendedikasikan setengah hari untuk menjelajahi ini. Enam jam akhirnya kami berjalan kaki berkeliling (dan itu blm cukup juga ternyata!). Pada rencana sih, maunya seharian penuh dari pagi jam 9. Hanya, paginya kami main-main dulu di Osaka sebentar karena kemaren belum sempat ke Osaka. Pertama-tama, dari tempat menginap di Osaka, kami bergerak ke stasiun JR Nara. Stasiun ini sebenarnya lebih jauh dari lokasi situs dibanding stasiun Kintetsu Nara. Namun, kami kan pergi dengan 18-Kippu, biar murah (gak harus bayar lagi) ya sudah kami lewat jalur JR. Dari stasiun, Nara Park dapat ditempuh dengan 20 menit berjalan kaki. Kami sampai pukul 12 lewat dalam keadaan lapar, jadi mampir dulu ke Saizeriya (dari kemaren nggak kepikiran untuk makan di restoran yg cukup aman dan …

Tiga Penginapan Berbeda saat Liburan Musim Dingin: Kansai

Sabtu, 28 Desember 2013 teman saya Sidik datang ke Toyohashi ketika hari mulai gelap. Jadwal ini agak mundur dari rencana karena konsep abstrak yang sulit dilawan di pagi hari Jepang saat musim dingin: dingin. Selimut adalah sahabat. Kami sudah merencanakan untuk keliling Jepang dengan tiket murah 18 Kippu dari tahun lalu, sebelum kejelasan bahwa kami akan ke Jepang sampai. Yah, bisa dibilang impian kami lah. Dan berdasarkan diskusi singkat, daerah Kansai sebagai pusat budaya Jepang jadi tujuan pertama kami musim dingin ini. Note: Paragraf ini adalah review, cerita prolog penuh dapat dibaca di prolog rangkaian artikel Liburan Musim Dingin: Kansai ini di Semangat Jiwa Muda, Seishun 18 Kippu ~ Liburan Musim Dingin: Kansai. Kami belum merencanakan apa-apa saat bertemu itu. Hotel. Itinerari. Daftar situs yg mau dilihat. Tahunya cuma 18 Kippu itu untuk lima hari dan bisa naik kereta lokal JR manapun aja. Malamnya barulah kami mikir detail perjalanan yang bisa dilihat di artikel prolog tadi. Setelah itu, pukul 11 malam lewat kami baru mengubek-ubek situs perhotelan untuk memesan penginapan. Menurut beberapa sempai, saat 18 …

Osaka: Makan Malam ala Xinjiang di Muqam dan Tabehoudai Bagus Resto

Hari pertama perjalanan 18-Kippuan Fuyu Yasumi kami ke Kansai. Malam itu kami syok sekali saat mengetahui bahwa kami salah tanggal saat memesan Hotel Taiyou Osaka. Karena mbak-mbaknya baik, kami dapat juga kamar double non-smoking cadangan dg harga yg agak lebih mahal dari pesanan kami. Setelah menghabiskan waktu istirahat untuk mengupas expedia, agoda, dan japanica habis untuk mengamankan tempat menginap untuk hari berikutnya (dg memesan dua hotel lain), kami pun sadar bahwa kami lapar. Sambil nyari hotel, saya menghujani om-gle dengan pertanyaan “restoran halal Osaka.” Pranala paling dapat diandalkan adalah situs Masjid Osaka: Halal Restaurants in Osaka. Dengan pertimbangan transportasi dan kedekatan dari hotel, serta lokasi restoran (pengen jalan-jalan sekalian kan), kami memilih ke daerah Namba. Ada restoran halal bernama Muqam di 2-2-8 Dotonbori, Chuou-ku, Osaka. Katanya sih makanan ala Xianjiang. Ini situsnya muqam.pepper.jp. Dari hotel, kami cukup ngesot sedikit lewat subway sekitar 10 menit, 2 stasiun, 200 yen (agak sayang sih sebenarnya, harus bayar, karena bukan JR [kami kan jalan2 pakai tiket 18-Kippu yg bisa naik kereta JR manapun]). Keluar di Exit 25, jalan 1 menit …