All posts filed under: Diskusi dan Ide

Segala hal tentang bahasa Indonesia secara umum, tidak spesifik ke perbandingan kosakata atau tata bahasa. Indonesia vs Indolish. Tips blog. Daftar unik tentang dan dalam bahasa Indonesia.

Sekedar Tips Penyajian Tulisan pada Blog

Don’t judge the book by its cover.

Ya, memang peribahasa itu benar. Banyak sekali harta karun yang diselubungi oleh debu-debu dan lumpur yang kotor. Akan tetapi, adalah sebuah fakta bahwa orang memutuskan untuk membaca (atau membeli) sesuatu (hal apapun) dengan melihatnya terlebih dahulu. Dengan kata lain tampilan atau sajian adalah yang paling pertama dipertimbangkan. Penampilan buruk ya nggak ada yang melamar. Inilah yang mendorong saya menulis artikel ini.

Bagaimana Saya Ingin Mengisi Blog Ini

This article is in Indonesian. If Indonesian is not your language, you can read this article in English here. This article is part of introduction sequence of this blog to our dear reader about the way this blog WILL be written in the far future. Sebagaimana yang saya tulis di artikel sebelumnya, sekarang saya mengelola blog dengan sebuah garis cetakan. Saya mengikuti rencana ke depan tentang topik utama blog dan masing-masing tulisan terkaitnya. Saya juga rajin mengikuti tantangan foto untuk mengisi kekosongan blog, menambah daya tarik dengan gambar, dan mengundang mata-mata ke blog. Dengan demikian, saya dapat berhasil mengisi blog setiap hari dan melatih menulis dengan berbagai topik. Tujuan blog pun tercapai. Pengelolaan ini cukup berhasil. Target pertama saya untuk tidak bolong menulis pada bulan Mei alhamdulillah tercapai. Jika melihat analisis statistik dari WordPress, jumlah pengunjung pada gaya pengelolaan ini pun terlihat sangat memberikan peningkatan yang tinggi. Alhamdulillah. Akan tetapi, gaya pengelolaan seperti ini membuat saya stress. Beban pengelolaan blog terasa terlalu besar bagi saya. Misalnya saja saat menulis artikel ini, ini, dan ini, rasanya sangat …

Teman Sejati: There is no such thing

Ketika melihat judul tentang teman sejati (jika tidak ada embel-embel lain di judul), Anda pasti mengira saya akan menulis kata-kata manis atau kata-kata puitis atau kata-kata penggugah atau kata-kata renungan tentang seorang teman. Tenang saja, saya tidak memenuhi kepala Anda dengan kalimat menyesakkan tersebut dan saya juga tidak ahli merangkai kata-kata seperti itu. Sejati berasal dari kata dasar jati. Jika kita lihat di kamus KBBI daring, kita akan mendapatkan arti sebagai berikut. ja·ti a murni; asli; se·ja·ti a sebenarnya (tulen, asli, murni, tidak lancung, tidak ada campurannya): Jadi apa maksud dari teman sejati? Padanan dalam bahasa Inggrisnya adalah real friend atau true friend. Semuanya dapat dimaknai menjadi teman yang sebenarnya. Memangnya bagaimana teman yang sebenarnya? Menjabarkan teman saja kita sudah kesulitan, coba lihat tulisan saya sebelum ini Menjabarkan Pergaulan : Kenalan, Teman, Sahabat, dan Istilah Lainnya. Seperti yang tertulis dalam tulisan tersebut, istilah teman sendiri dipakai dalam lingkup yang sangat luas. Pada intinya, teman itu hanyalah orang yang pernah bersama dengan kita pada suatu hal dalam rentang waktu yang cukup, bisa tempat, kejadian, atau aktivitas. Baik orang yang memang …

Menjabarkan Pergaulan : Kenalan, Teman, Sahabat, dan Istilah Lainnya

Kita mempunyai cukup banyak istilah yang menggambarkan hubungan kita dengan orang disekitar. Ada kenalan (acquaitance), teman (friend), dan sahabat (close friend). Ada lagi istilah kawan, karib, dan handai tolan yang kayaknya nggak ada bahasa Inggrisnya. Ada juga istilah yang berasal dari bahasa Inggris yakni kolega. Kira-kira apa sih bedanya ya, sampai terdapat banyak istilah begitu. Saya juga penasaran jadi saya mencoba untuk mencari dan mereka-reka jabaran dan perbedaannya masing-masing. Perlu dicatat bahwa KBBI belum mampu memberikan jabaran yang memuaskan untuk masing-masing istilah. Akan tetapi, jabaran KBBI tadi mungkin tetap bisa membantu kita membedakannya. Kemudian, jabaran pada tulisan ini adalah murni hasil rekaan saya jadi jangan dipercaya begitu saja. Mari kita saling berbagi pikiran masing-masing mengenai setiap istilah ini. Menurut KBBI Daring ke·nal·an n orang yg sudah dikenal; sahabat; teman: dia adalah ~ saya yg baik hati;  te·man n 1 kawan; sahabat: hanya — dekat yg akan kuundang; 2 orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): — seperjalanan; ia — ku bekerja; 3 yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan …

Pilih Kata yang Indonesiawi bukan Indolish

Sejiwa dengan tulisan saya sebelumnya  tentang munculnya pernyataan seseorang bahwa “Bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari jika sudah tahu bahasa Inggris”, tulisan ini lebih menyoroti sisi terapan dari masalah ini.  Akan kita lihat beberapa contoh tambahan -jika boleh penulis sebut sebagai- pencemaran kalimat bahasa Indonesia oleh bahasa Inggris. Tentu saja contoh-contoh ini dan contoh sebelumnya hanya menurut pandangan penulis sebagai masyarakat awam. Fenomena ini dalam bentuk parahnya dan mungkin dalam jangka pandang bisa saja membentuk bahasa baru, Indolish yang bergabung dengan keluarga -lish lainnya: japlish, singlish, dkk. Perlu diingat bahwa pencemaran kalimat ini lebih biasa dilakukan pada interaksi tidak resmi (informal bahasa sononya) dibanding resmi (formal) dan lisan dibanding tulisan. Biasanya pencemaran terjadi karena terbiasanya pengguna kosakata  atau istilah dalam suatu bidang dan dalam masyarakat dunia. Tentu saja, kebiasaan-kebiasaan ini bisa berpengaruh kepada tatanan sosial dan bahasa itu sendiri jika kita tidak membuka mata satu sama lain.

Biasakan Pakai Bahasa Indonesia yang Indonesiawi

Tulisan ini dibuat karena beberapa waktu lalu saya mendengar atau membaca bahwa bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari jika sudah tahu bahasa Inggris. Bahasa Indolish. Lebih jauh lagi, katanya yang menyatakan hal ini adalah orang Malaysia. Wow! Hmm… Apakah itu benar? Bisa iya, bisa tidak.
Tengarai “bahasa Indonesia mudah dipelajari jika sudah tahu bahasa Inggris” bisa dipahami dengan melihat kenyataan bahwa orang-orang kita lebih lancar berkosa-kata dengan istilah asing dibanding istilah kita. Istilah asing terdengar lebih keren, mendalam, dan tentu saja kemasakinian.
Padahal hal ini bisa dihindari dengan mencari padanan kosakata Inggris tadi dengan kosakata Indonesia meskipun hasil ini sebenarnya sulit dilakukan. Tetapi hal ini penting, demi tidak adanya istilah Indolish di masa depan.