Islam
Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa Nggak Tutup Puasa Aja?

Sebenarnya udah jelas sih di judul dan gambar di atas. Nggak perlu ditulis artikel lagi sebenarnya.

Intinya, saya bertanya-tanya kenapa di bahasa Indonesia disebutnya buka puasa. Bukan tutup puasa. Ada yang tahu?

Kalau acara, saat dimulai ada pembukaan, saat berakhir ada penutupan.

Kalau film, ada tema pembuka di awal, ada tema penutup di akhir.

Kalau manusia, awal hari buka mata, akhir hari tutup mata; lahir buka masa, meninggal tutup usia.

Kalau puasa, mulainya namanya sahur, akhirnya eh namanya berbuka.

Apa ini maksudnya mulutnya mulai dibuka, boleh dimasukkan makanan. Atau karena setelah maghrib itu, dibukalah batasan yang harus ditahan agar puasa tidak batal?

Atau puasa itu ibarat barang baru dibeli gitu ya… Batal (garansinya) kalau dibuka (segelnya). Soalnya Bahasa Inggris kan jelas tuh,break fast, puasanya dirusak/dibatalkan.

Atau karena berbuka itu bukan bagian dari puasa? Bukan titik akhir dari puasa, tetapi rentang waktu yang ada setelah titik akhir itu sendiri, yang dipakai untuk makan, makan-makan, dsb. Tidak seperti pembukaan acara dan penutupan acara yang termasuk dari acara itu sendiri. Ini di luar rentang utama puasa, Wah berarti fokus utamanya itu malam Ramadhan-nya dong, dibuka saat matahari terbenam. Selesai saat fajr menyingsing.

Tapi kalau begitu, kenapa disebutnya buka puasa ya. Buka disini fokus ke puasanya. Puasanya dibuka, hmm…

Hm….

Iklan
This entry was posted in: Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.