Diskusi dan Ide
Tinggalkan sebuah Komentar

Al-al, Bed-bed, Der-der

Bahasa Indonesia punya satu fitur yang unik tentang nama. Di bahasa kita, nama bisa disingkat menjadi hanya satu dua suku kata. Dan ini dilakukan dengan spontan, hampir ke seluruh nama-nama apapun, dan tanpa harus minta izin dulu ke yang punya nama.

Misalnya nih, ada orang namanya Yulianto.  Sangat-sangat lazim di orang kita memanggil dia dengan kata “Yul”.

Eh Yul-yul, Pak Is ada PR nggak?

Hal ini sepertinya juga tidak peduli dengan gelar sebutan Pak Bu Mas Mbak. Memanggil langsung ke orangnya atau ke orang ketiga. Misal di percakapan di atas, Pak Ismadi menjadi Pak Is.

Namun, jelas yang paling kerasa adalah kalau memanggil ke orangnya langsung.

Anton Ton. Udah makan belum?
Fitriana Kemana aja nggak pernah kedengeran Na?
Heni Hen, paper udah disubmit belum.
Butet Tet, disana tadi saya liat Robert lho.
Fikri Fik, kapan maneh beranak lagi?
Heru/Heri/Hero Her-her, boleh pinjam Go Pro nggak?
Dwi Wi, akhir pekan main ke monas yuk…

Yang namanya udah singkat satu kali napas aja masih bisa disingkat tuh, di contoh terakhir.

Nama-nama di atas cenderung nama Indonesia sih, tapi sepertinya hal ini juga tidak terbatas nuansa asal nama deh.

Robert Bert, ada episod gundam yang baru lho di TV One.
Mustafa Mus, gomen saya nggak pernah balas line. Sibuk nih.
Jasmine Jas! Jasmin! Sini geh… Ada yg mau gue omongin.
Fuji Ke restoran sushi yuk, Ji… Udah lama nggak kesana.
Einarsson Piye Son kabare?
Patricia Ca-ica. Gimana Tangkuban Perahu kemaren? Aman?
Abraham Bi-abi (atau Be-Abe). Ajarin main DLSR dong.

Sekarang coba bayangin orang barat nyingkat nama dengan gaya Indonesia tadi. Satu dua suku kata. Aneh jadinya.

Rebbeca, can I borrow your car for a little while, Reb?

Mit, Smith… Where are you last Sunday?

Memang ada juga nama barat yang “secara tradisi” memiliki nama singkat universal. Misalnya Bill dari William. Dick dari Richard.  Jess/Jessie dari Jessica. Wiktionary mendaftar nama-nama tersebut dan singkatannya di artikel “Appendix:English given names” ini.

Namun hal di atas bersifat diminutive. Artinya pet name, jadi sepertinya penggunannya terbatas untuk teman terdekat atau keluarga.

Misalnya lagi di Jepang, bayangkan orang Jepang ngomong…

り、ひかり。。。遊ぼう。。。
Ri, hikari… Asobou…
Ri, hikari… Main yuk.

Kayaknya nggak mungkin deh. Kalau di bahasa Indonesia masih kedengeran alami, kalau bahasa aslinya… Hm…

Nama singkat bukan berarti nggak ada di Jepang. Ada tapi dibuat-buat dulu. Misal Reina jadi Renchon. Takeru jadi Takki. Nggak tambah pendek -.-, tapi jadi lebih terasa akrab sih emang. Biasanya harus tanya dulu ke orangnya, boleh nggak dipanggil begitu… Kecuali well, dia emang osananajimi teman masa kecil jadi sejak jaman bejot emang manggilnya kayak gitu.

Di Indonesia, semua nama. Semua orang tahu cara memotongnya. Tanpa ada kamus yang menentukan. Tanpa harus izin ke orangnya. Dan tanpa melihat level atas-bawah.

Mungkin nih ya, mungkin karena di Indonesia hampir nggak ada yang punya Family Name. Semua orang pasti memanggil dengan first name. Universal, teman-dosen-anak buah. Manggil dengan satu nama. Jadi tidak awkward kalau nama itu dipotong pojok-pojoknya. Berbeda dengan Inggris dan Jepang,

Jika hipotesis di atas benar, bahasa lain yang tidak mengindahkan Family Name bakal punya fitur yang sama dengan Bahasa Indonesia ini. Saya cuma tahu Bahasa Inggris dan Jepang sih. Ada yang tahu Bahasa Lain?


Sekarang masuk ke judul artikel.

Nama saya Albadr. Nama ini cenderung susah untuk dipotong depan atau belakang. Potong depan, Al, bisa sih. Dan beberapa orang ada yang memanggil saya begitu, tapi bisa dihitung jari tangan (di Indonesia, di Jepang hampir semua).

Ada juga yang memanggil dengan der-der. Dari dua huruf terakhirnya Albadr. Ada juga yang bed-bed, dari korupsisasi kata Albad menjadi Albed (supaya gampang). Ada juga yang memanggil bader (tanpa disingkat lagi), cuma satu orang yg saya inget manggil gini nih.

Nah, jadi deh saya bisa dipanggil Al. Bed. atau Der.

Al-al, udah makan belum… Ini aku buatin sop.

Bed-bed, kirimin revisi bisnis plan yang baru ditulis kemaren dong.

Der-der, tumben rajin ngeblog?

Atau Bader bagi yang pengen.

Bader-bader… Mm… Eh, nggak jadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s