Hari: 15 Juni 2017

Al-al, Bed-bed, Der-der

Bahasa Indonesia punya satu fitur yang unik tentang nama. Di bahasa kita, nama bisa disingkat menjadi hanya satu dua suku kata. Dan ini dilakukan dengan spontan, hampir ke seluruh nama-nama apapun, dan tanpa harus minta izin dulu ke yang punya nama. Misalnya nih, ada orang namanya Yulianto.  Sangat-sangat lazim di orang kita memanggil dia dengan kata “Yul”. Eh Yul-yul, Pak Is ada PR nggak? Hal ini sepertinya juga tidak peduli dengan gelar sebutan Pak Bu Mas Mbak. Memanggil langsung ke orangnya atau ke orang ketiga. Misal di percakapan di atas, Pak Ismadi menjadi Pak Is. Namun, jelas yang paling kerasa adalah kalau memanggil ke orangnya langsung. Anton Ton. Udah makan belum? Fitriana Kemana aja nggak pernah kedengeran Na? Heni Hen, paper udah disubmit belum. Butet Tet, disana tadi saya liat Robert lho. Fikri Fik, kapan maneh beranak lagi? Heru/Heri/Hero Her-her, boleh pinjam Go Pro nggak? Dwi Wi, akhir pekan main ke monas yuk… Yang namanya udah singkat satu kali napas aja masih bisa disingkat tuh, di contoh terakhir. Nama-nama di atas cenderung nama Indonesia sih, tapi …