Kosa-Tata
Comment 1

Negeri Antah Berantah

Negeri antah berantah. Negeri nun jauh disana. Negeri yang tak dikenal. Saya sendiri sudah lama tidak mengamati perkembangan negeri sendiri. Begitu cek-cek, frasa ini cocok sekali diterapkan padanya. Banyak hal-hal yg bikin saya gatel untuk komentar. Banyak demo dan kounter demo yg sama-sama mengangkat alis saya sebelah. Banyak juga istilah-istilah mencuat di media (makar, persekusi) yg macam tak klop dengan pemahaman kepala saya. Negeri tersebut tiba-riba menjadi negeri antah berantah.

Namun bukan itu yang mau jadi bahasan kali ini. Pada artikel ini, saya ingin fokus ke istilah “Negeri Antah Berantah” itu sendiri. Saya penasaran dengan asal muasal frasa tersebut. Disini saya akan mengemukakan spekulasi/hipotesis saya. Saya coba googling-googling tapi macam ga ada yg bahas, malah banyak bahasannya senada dengan paragraf pertama di atas.

Istilah tersebut biasa diartikan menjadi negeri yang jauh, negeri tak dikenal, atau negeri dongeng. Suatu pagi, entah kepana saya bertanya-tanya… Kenapa antah berantah artinya in the middle of nowhere… Atau lokasi yang jauh/tak dikenal/dongeng? Dari mana tuh.

Tunggu dulu. Emang antah itu apaan… Bedanya sama berantah?

Cek di KBBI, antah itu adalah:

  1. n gabah (yang terdapat pada beras atau nasi)
  2. n ki orang yang tidak berguna (dalam masyarakat); sesuatu yang kurang baik

Saya kemudian fokus ke arti pertama. Kata antah itu, adalah sebutan untuk gabah yang ada di beras atau nasi. Minoritas. Sisa gitu dari asalnya. Atau kotoran / impurity.

Jadi tidak bisa disebut antah kalau dia tidak di nasi, misalnya sepiring gabah ya namanya gabah, bukan antah. Kalau ada beras semangkok dan ada kuning-kuning gabah disitu sebiji, nah itulah dia antah. Seperti gambar di bawah ini.

Terus, jika kita menerima makna tersebut, kita bisa menelaah istilah antah berantah.

Jadi disini, antahnya punya antah lagi. Nah lho? Gimana caranya tuh.

Antah kan impurity gabah yang nemplok di nasi. Pasti sangat dikit tuh jumlahnya. Kalau dia dipisah dari nasinya, ya dia jadi gabah aja. Namun di istlah tadi, antah-nya punya antah lagi di dalamnya. Bagaimana bisa? Antah biasa aja kan cuma impurity nemplok satu di nasi gitu. Di dalamnya ada antah lagi??? Wow…. How in the world??? Mind blowing!

Ergo: antah ber-antah itu mustahil.

Nah, akhirnya kita bisa tarik lagi kesimpulan dari frasa yang kita penasaran tadi: Negeri antah berantah. Di negeri tersebut, antah pun bisa punya antah lagi. Hal yang aneh atau mustahil disini, bisa jadi lumrah disana. Negeri tersebut punya hal-hal yang tidak masuk di nalar dan budaya kita.

Dimanakah negeri itu? Entahlah… Mungkin ada nan jauh disana. Mungkin ada di khayalan.

Jadi jelaslah sekarang kenapa negeri antah berantah itu berarti negeri yang jauh atau negeri dongeng.

Iklan

1 Komentar

  1. Ping-balik: Idiom « 夏の夢

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s