Hari: 18 Mei 2016

Yamato, Kuroneko Itu Bukan Mail-Service

Suatu hari saya membalas email di kantor. Mengirim laporan bahwa CD sudah saya kirim via pos. Saya menulis dengan kalimat bahasa Jepang berikut. CDは郵送いたしました。 CD sudah saya kirim. Saya menulis begitu karena mengopi paste aja dari yang meminta kirim filenya di CD via pos. 郵送でCDを頂けますでしょうか。 Bisakah mengirim CDnya via pos. Dalam pengertian saya, “kirim via pos” itu ya pengiriman surat konvensional. Yang nggak pake jaringan, fax, dropbox, atau elektronik lainnya. Mau ngirim via Tiki kek, JNE kek, DHL kek, mengirim surat via pos itu ya nggak mesti pake Pos Indonesia. Iya nggak sih? Terus setelah saya lakukan pengiriman via jasa pengiriman Yamato yang (kayaknya) jadi langganan kantor, saya laporan deh, kopas aja kata kerja 郵送 yang mbaknya pake. Soalnya pas ngetik email lupa bahasa jepangnya kirim itu apa. Terus saya diketawin bos saya. Beliau cerita, ngirim sesuatu pakai Yamato atau jasa pengiriman selain JP Post nggak bisa memakai kata  郵送. Yamato nggak termasuk “pos”. Atau lebih strict-nya, mereka bukan layanan surat. Dalam hukum Jepang, mail atau surat cuma boleh dilakukan oleh JP Post saja. Jadi walaupun banyak …