Diskusi dan Ide
Tinggalkan sebuah Komentar

Forum 3 Orang 3 Bahasa, 4 Orang 4 Bahasa

4 orang 5 bahasa

Asyiknya berada dalam komunitas internasional adalah bertemu dan berinteraksi dengan warna negara asing. Merasakan bedanya budaya, watak, dan pola pikir berbeda. Juga logat bahasa Inggris yang berbeda. Bahasa Inggris. Yap. Dalam komunitas internasional bahasa Inggris tentu menjadi lingua franca kan, supaya forum bisa saling mengerti satu sama lain. Namun, ternyata dalam praktiknya hal ini tidak selalu jadi patokan.

Saya pernah (atau sering) mengalami hal seperti ini. Ada tiga orang beda negara ketemu, tapi tidak punya satu common language. Namun untungnya setiap subset dua orang dari set tiga orang tadi mengerti bahasa satu sama lain. Jadi walaupun cuma tiga orang, ngobrol harus pakai tiga bahasa.

Jadi kasusnya begini. Saya orang Indonesia. Imam masjid Toyohashi orang Malaysia. Amir (mantan) masjid orang Pakistan. Saya bisa bahasa Malay, Jepang, dan Inggris, tapi nggak bisa Urdu. Imam bisa bahasa Malay, Urdu, dan Arab tapi nggak bisa Inggris lancar dan zero Jepang. Amir bisanya Urdu dan Jepang.

Dan jadilah, Saya-Amir ngobrol Jepang. Saya-Imam cakap Malay. Amir-Imam pake Urdu.

Agak repotnya kalau pas becanda jadi ada delay. Harus diulang joke nya dengan tiga bahasa berbeda. Kayak minggu kemaren, ada mimbar baru di masjid. Si Amir nge-joke, “ini khusus dibuat untuk Badr tidur“, pake bahasa Jepang.  Imam nggak mudeng, jadi saya translate pake Malay, dan si Amir translate pake Urdu. Dua menit kemudian baru bareng-bareng ketawa.

Btw, di Masjid ini kayaknya hal ini sering terjadi. Setiap bulan di masjid ini ada Muslim Gathering, pakenya bahasa Inggris. Padahal nggak semua orang bisa mengerti full. Jadi harus ada rantai terjemah yang bisa dua tiga rangkap. Hal serupa juga kalau ada kajian atau ceramah.

Oh ya, khotbah Jumat disini tiga bahasa: Malay, English, dan Urdu. Plus Arab buat doa yang terakhir.

Tadi kan forum tiga orang, tiga bahasa. Kalau nambah satu lagi orang Mesir nimbrung jadi deh empat atau bahkan lima bahasa. Orang Mesir sedikit yang bisa Jepang. Jadi dia pake bahasa Inggris ke saya dan bahasa Arab ke Imam. Empat orang, Lima bahasa deh.

Pernahkah kamu mengalami hal demikian? Cerita dong, jangan baca doang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s