Bulan: Februari 2014

Kyoto: Kiyomizu Temple, Kuil Tanpa Paku Pun Sebatang

Ini adalah artikel terakhir dari seri Liburan Musim Dingin: Kansai. Situs terakhir dalam perjalanan pertama memanfaatkan 18 Kippu ini adalah Kuil Kiyomizu. Kuil ini termasuk salah satu kuil terkenal di Jepang yang wajib jadi tujuan wisatawan. Kuil ini juga terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Situs ini terkenal karena terbuat seluruhnya dari kayu tanpa penggunaan paku di seluruh strukturnya. Di tempatkan di posisi yang cukup tinggi, pemandangan dari kuil ini pun mengagumkan. Dari bawah, struktur kokoh kuil ini tampak sangar dan liat. Kiyomizudera dapat diakses dari stasiun Kiyomizu-Gojo, 20 menit jalan kaki. Kalau nggak mau terlalu jauh, dari stasiun Kyoto bisa juga naik bus nomor 100 atau 206 turun di halte Kiyomizu-michi. Tapi tetap jalan lagi sih 10 menit. Soalnya, kuil ini ditempatkan di dearah agak dalam, jauh dari jalan besar. Dan tempat yang tinggi, jadi jalannya nanjak. 😀 Dari jalan besar menuju kuil, kiri kanan jalan dipenuhi bermacam toko oleh-oleh. Makanan, baju, mainan, keramik. Lengkap kayaknya deh. Dan kalau beruntung dan berani, kita juga bisa ngeliatin cewek-cewek Jepang berbaju kimono lewat, dan terus …

Kyoto: Fushimi Inari Taisha di Tahun Baru 2014

Inari adalah dewa Jepang yang terkenal. Hampir setiap daerah punya kuil untuk dewa ini. Ukanomitama: dewa rubah, dewa kesuburan, dewa kesejahteraan (dan keadilan?).  Di antar semua kuil itu, kuil Inari di Fushimi adalah yang paling terkenal. Head-shrine, bosnya, dan yang paling wajib dikunjungi wisatawan. Terutama karena terdapat seribu gerbang yang terpancang di daerah kuil ini. Gerbang yang dimaksud alias torii adalah lambang jinja, kuil Shinto, berjejer mengikuti jalan setapak menuju ke puncak bukit nan jauh disana. Hari keempat dan terakhir saya 18 Kippuan Musim Dingin lalu ditujukan untuk menjelajahi Kyoto. Salah satunya yang tak boleh dilewatkan adalah situs ini tentunya. Hari ini bertepatan dengan pergantian kalender bagi banyak orang. Ya, 1 Januari 2014. Pagi pukul 10an kami berangkat. Situs ini hanya berjaran 5 menit dari stasiun Kyoto. Sekali ngesot dengan kereta lokal. Waktu kami beranjak, platform ke arah Fushimi Inari puadat sekali. Harus kesana dengan mode dendeng, berdiri berdesakan di dalam kereta. Dan, sampai di stasiun kereta di Fushini tepat di depan pintu utama kuil Inari Taisha wuooo… Semua petugas stasius seperti panik. Menghadapi derasnya arus manusia …