Bulan: Oktober 2013

Festival Rakyat Tahara dan Parade Baju Adat Indonesia

Hari Minggu ketiga saya di Jepang, saya mengikuti festival ketiga saya (dan juga typhoon ketiga sebenarnya). Festival ini dilaksanakan di kota Tahara, kota sebelah Toyohashi. Jaraknya cuma setengah jam naik bus. Kami (tim Indonesia) dijemput pake bus dari kampus, berangkat pukul 08.20 tepat. Katanya sih sebenarnya kuota untuk ini festival 10 orang dan semuanya diisi orang Indonesia. Lalu beberapa waktu kemudian, jumlah ini dinego lagi jadi 15 orang, juga ditambah dengan orang Indonesia. Faktanya, yang berangkat 18 orang, Indonesia semua. Biasalah, Indonesia. Setelah Gikadaisai kemaren,masing-masing peserta festival sudah dibagikan baju adat untuk dibawa masing-masing. Saya mendapat kehormatan untuk mencicipi baju pengantin pria dari Minang. Singkat cerita, kami sampai disana dan langsung disuruh ganti baju. Di kejauhan tampak keramaian di jalan blok sebelah sudah dikerumuni orang. Pertanyaan standar: festivalnya ngapain? Dengan satu kata: Parade. Mirip seperti Toyohashi Festival kemaren. Hanya saja, Tahara Festival ini tidak malem dan tidak menari. Kami dan beberapa kontingen internasional lain, anak-anak SD setempat, warga kota, komunitasnya, dan pengiklan toko, serta mobil pemadam kebakaran akan mengelilingi jalur utama kota. Dari titik kami datang …

Menari Nggak Jelas di Toyohashi Festival

Kalau di Indonesia mungkin semacam CFD. Lokasi di Jalan bernama Ekimaeodori (secara harfiah berarti “menari di depan stasiun”). Jalan depan stasiun ini ditutup dari satu persimpangan utama ke persimpangan utama lainnya. Nah, disini warga kota menari bersama.

Gikadaisai: Festival Toyohashi University of Technology

Tiga hari setelah saya sampai di Jepang, yakni pada tanggal 12 Oktober 2013 terdapat festival universitas di area utama kampus. Festival ini diadakan dua hari yaitu tanggal 12 dan 13. Saya yang baru datang ini juga dipaksa diminta untuk langsung ikutan berpartisipasi dalam festival ini: menjaga stand Indonesia. Festival ini bernama Gikadaisai. Secara harfiah artinya ya Festival Gikadai. Gikadai adalah singkatan dari Toyohashi Gijyutsu Kagaku Daigaku 「豊橋技術科学大学」, nama universitas tempat saya belajar sekarang. Jadi nama festival ini ya gitu: Festival Toyohashi University of Technology. Isinya apa? Saya juga tidak begitu yakin. Dari yang saya lihat kemaren, di tengah area utama kampus terdapat panggung besar. Di panggung ini mahasiswa bisa mempersembahkan sesuatu. Perform bahasa viki-nya mah. Misalnya tarian ancur (break dance) atau sulap atau cirlider atau nge-band atau melawak. Ya kayak festival sekolah di anime-anime itu. Kayaknya ada artisnya juga, cuma saya nggak tahu. Artis lokal kali. Kemudian, di pinggir-pinggir area utama terdapat banyak stand. Hampir setiap komunitas diundang. Misalnya komunitas pelajar asing misalnya kita PPI, pelajar Malaysia, Vietnam atau negara lain, dan juga klub-klub (unit kalau di ITB namanya). …