Sains Logika
Comments 31

Sex, Lies, and Obat Tetes Mata Herbal

Setiap manusia, khususnya manusia Indonesia, sepertinya lemah terhadap kata-kata herbal. Kalau sudah mendengar herbal (dalam konteks obat herbal), kesan yg ditangkap adalah alami, murah, manjur, berkhasiat atau bahkan multikhasiat. Dibanding dengan obat sintetik atau obat kimia yg kesannya mengerikan.

Obat herbal selalu dicari sebagai obat alternatif atau sekedar suplemen [citation needed]. Ia selalu dipromosikan sebagai obat multikhasiat. Lihat saja di pameran-pameran, satu obat biasanya bisa menyembuhkan satu kertas folio daftar penyakit. Wah, hebat ya. Bagi orang Indonesia yg gampang tergiur dg hal-hal ajaib, tentu saja obat itu sangat menarik. Ditambah lagi dengan label bahwa ini cara islam, cara nabi, dll makin melejit lah keajaiban obat herbal tersebut.

Saya termasuk orang yg tidak percaya dengan keajaiban obat herbal, setidaknya tidak sepenuhnya. Memang kenapa sih obat herbal bisa punya rentetan kekuatan penyembuh seperti itu? Well, saya bukan anak farmasi dan tentu bukan pakar herbal. Tebakan saya sih (ini cuma tebakan ya), karena herbal itu kan artinya diambil dari herb alias tanaman, artinya kandungan di dalamnya macam-macam. Itu artinya, bagian penyembuh dari ginjal, jantung, paru-paru, dan (sebut organ lainnya) ada dalam sari tanaman tersebut. Jadi ya penjual herbal dapat menyimpulkan bahwa sari tanaman itu bisa menyembuhkan penyakit-penyakit itu, secara ajaib. Kontraskan dengan obat sintetik yg sengaja dibentuk dari bahan kimia tertentu dengan hanya satu tujuan penyembuhan tertentu. Ajaib mana?

Ehm, tapi bukan itu sih yg saya mau bahas kali ini. Masuk ke cerita utama.


Jadi kemaren saya dapat ilmu bermanfaat baru.

Seorang teman saya yang sedang mengenyam tingkat akhir di Sekolah Farmasi, program studi Sains dan Teknologi Farmasi, yang kebetulan anggota Kongres Keluarga Mahasiswa ITB, sebut saja Dana, membagi sedikit ilmu tentang obat mata. Saya disini hanya membagi sedikit ilmu yg diketahui oleh (hampir semua) anak farmasi itu ke blog saya.

Dana mengeluh tentang penjualan obat mata herbal di Forum Jual Beli ITB. OTEM (Obat Tetes Mata), merek obat tetes mata herbal yang dijual itu. Kenapa dikeluhkan?

Lapak Jualan OTEM

Menurut peraturan BPOM Pasal 34 ayat (2) Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.41.1384 tentang Kriteria obat Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, ditetapkan bahwa obat tradisional dilarang dalam bentuk sediaan tetes mata, intravaginal, parenteral dan suppositoria (kecuali digunakan untuk wasir). Peraturan bisa dilihat di Pranala PDF Peraturan ini dan paragraf ini diambil sebagian dari FAQ ini.

Kenapa dilarang? Menurut calon farmacist kita ini (sebenarnya kata Dana menurut seorang dosen pada suatu mata kuliah, untung dia datang dan ingat ttg kuliah itu), obat tetes mata harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Streril
  2. Isotonis
  3. Isohidris

Saya tidak dapat menemukan laman di web yg menjelaskan secara gamblang dan langsung ketiga kriteria tersebut. Mungkin harus langsung liat buku farmasi kali ya. Saya hanya menemukan paper berjudul Microemulsions As Potential Ocular Drug Delivery Systems: Phase Diagrams And Physical Properties Depending On Ingredients, halaman 469 paragraf bawah dengan referensi Polish Pharmacopoeia V, Polish Pharmaceutical Society, Warszawa, 3, 39 (1993). Cek sendiri ya.

Kriteria steril jelas. Obat tetes mata kan meneteskan cairan ke mata, langsung di permukaan. Jika terdapat kuman atau partikel kecil yg masuk dalam cairan tersebut, bisa berbahaya terhadap mata. Tidak seperti mulut, mata tidak memiliki lapisan perlindungan lagi kalau sesuatu sudah masuk ke permukaan bola mata. Kalau kuman/debu masuk/dimasukkan ke situ, ya sudah, tamat.

Di sisi lain, kata Dana, bahan herbal itu sulit di sterilkan. Mungkin karena dari tanaman kali ya, mau disarikan juga partikelnya kan bisa jadi masih cukup besar untuk melukai mata.

Kriteria isotonis dan isohidris ada hubungannya dengan cairan mata. Intinya cairan tersebut harus sama dengan cairan mata yg original (air mata). Kalau tidak, mata bisa sakit atau bahkan dibahayakan.

Isotonis berarti memiliki tekanan osmosis yang sama. Kalau cairan tetes mata hipotonis, tekanan lebih rendah, air akan masuk ke dalam mata. Akibatnya mata bengkak. Kalau cairan tetes mata hipertonis, cairan dari dalam mata justru akan keluar. Akibatnya mata kering. Dikasih air malah kering matanya. Isohidris berkaitan dengan ion hidrogen yg ada di cairan. Intinya pH tetes mata harus sama dengan pH mata/ air mata.

tl;dr.

Kalau obat tetes mata bikin sakit mata, artinya obat itu berbahaya.


Perihnya adalah Khasiatnya

Obat herbal OTEM tadi terkenal membuat mata perih. Dalihnya, justru perihnya itu tanda penyembuhan. Kalau tidak perih, berarti matanya tidak sakit. Mungkin analoginya, kalau nggak pahit bukan obat, kali ya. DOC (Direction of cure), alasannya. Saya tahu argumen ini karena OTEM ini sering dipakai pada gurah mata dan biasa dipaketkan dalam pelaksanaan bekam. Saya pernah gurah mata dan perihnya emang bukan perih biasa. Perih! Perih Banget!

Oh ya, katanya juga ada obat penghilang perih dari OTEM, yg diteteskan beberapa saat setelah OTEM. Namanya tetes mata THM, singkatan dari Telinga Hidung Mata. Bedanya, kalau OTEM untuk mata, THM bisa untuk telinga hidung mata. Nggak logis kan? Masa obat untuk Telinga Hidung Mata (jack of all trade) dipakai untuk meredakan perih OTEM. Penjelasan yg mungkin adalah keisotonisan dan keisohidrisan tadi. Karena OTEM tidak isotonis dan isohidris (shg menyakitkan mata), setelah diberi THM yg isotonis dan isohidris, mata akan kembali menerima cairan yg familiar. Jadilah, perihnya sembuh  [original research]. Hmm…

Faktanya, mengutip farmasis Hubbi (lulusan Farmasi ITB), di komen bawah:

Sensasi perih (atau nyeri) disebabkan oleh rusaknya jaringan/sel. Jadi ga ada yg namanya perih = khasiat.

Nah lo? Nggak percaya, tanya ke dokter/farmasis sana…

Obat herbal OTEM ini juga diklaim bisa menyembuhkan mata minus. Tanyakan saja ke tukang herbalnya bagaimana ceritanya obat tetes mata bisa mengoreksi kembali lensa mata kita. Airnya diserap lensa atau gimana itu? Tentunya, khasiat obat itu memiliki tata cara pengukuran dan pengujian yg saintis. Kalau mereka nggak bisa jawab, berarti ngarang.

Dan khasiat OTEM ini, beserta keunggulan lainnya, sepertinya hanya sekadar testimoni pengguna saja. Sama seperti klinik Tong Fang lah. Padahal belum tentu benar. Sesaat setelah saya gurah mata, penampakan dunia di sekeliling saya memang seolah menjadi lebih jernih. High Definition. Tapi itu bisa jadi efek placebo atau efek habis melihat kaburnya dunia akibat mata perih dan bereaksi dengan mengeluarkan air mata berlebih. Setelah perihnya hilang, tentu semua terasa lebih cling.

Well, intinya kalau obat herbal seajaib itu, sepertinya Alexander Flemming tidak perlu repot-repot menemukan Penicillin. Dokter dan farmasis pun akan menjadi yang pertama berebut untuk riset di bidang pengoreksian lensa mata dengan obat OTEM ini, jika benar bisa mengobati minus.


Kasus Nyata Budi dan Obat Tetes Mata Sejati

Satu lagi teman saya Budi menimpali Dana dalam pembicaraan itu. Tidak sengaja, mata Budi kemasukan serpihan kayu. Langsung matanya merah. Budi pun membeli obat tetes mata Insto yg dijual di warung-warung. Dicoba beberapa kali, sakitnya tidak hilang. Akhirnya, dia mencoba si OTEM ini. Cukup membeli Rp20.000 di Salman katanya. Sekali coba, memang mata merahnya sedikit baikan. Akan tetapi, tak berapa lama merah lagi. Tetes-tetes, putih lagi, kemudian merah lagi. Budi pun rajin mencoba OTEM ini hingga satu minggu. Tentu, setiap meneteskan cairan herbal itu ke mata, Budi harus menahan Perih Banget! yg diberikan obat tetes mata itu.

Seminggu Budi menyerah. Ia pun pergi ke dokter mata di Rumah Sakit Mata Cicendo. Disana dia diberi obat tetes mata seperti pada gambar di bawah ini. Ongkos praktek dan obat kurang lebih Rp200.000,- an.

Patut dicatat bahwa ukuran obat di atas cuma se jari kelingking. Dan obat di atas tidak boleh dipakai lagi setelah seminggu (atau 3 hari, saya lupa) dipakai.

Patut dicatat bahwa ukuran obat di atas cuma se jari kelingking. Dan obat di atas tidak boleh dipakai lagi setelah seminggu (atau 3 hari, saya lupa) dipakai.

Dalam dua hari, mata Budi sembuh. Tanpa ada perih atau efek samping apapun saat memakai obat di atas. Hm, memang obat beneran (bukan abal-abal), apalagi yg dari dokter, pasti lebih manjur, walaupun mahal. Dibanding obat murah, plus kata-kata herbal, yg diklaim ajaib. Eh, Rp200.000,- sama obat itu termasuk murah loh dibanding saya yg cuma tes mata crut gitu doang bayar Rp.175.000,-  Beda rumah sakit kali ya. Ini kan rumah sakit spesialis mata.

Pada akhirnya, Dana pun menyampaikan informasi tersebut pada thread Forum Jual Beli yg berisi penjualan OTEM tadi. Tujuannya sebagai tanggung jawab profesi/ keilmuan untuk mengingatkan calon pembeli. Namun, informasi tersebut tidak digubris oleh thread starter. Alasan klasik.

“Ya udah sih, pembeli disinih kan sudah tahu, sudah cerdas menilai lah mau membeli atau ngak. Gitu-gitu, sudah banyak yg make juga kok. Dijual dimana-mana juga kok.”

Alasan yg aneh.

Tujuan saya menulis ini di blog ini juga sama, untuk menyampaikan informasi penting ini. Bukan untuk mematikan lapak jualan orang yah. Karena kalau BPOM menindak obat ini, penjara tuh ancamannya. Dan kalau pelanggan setia obat tetes mata herbal itu keduluan rusak matanya, sudah terlambat untuk menyesal.

Buat mata kok coba-coba

Namun tentu saja. Jangan percaya mentah-mentah info dari saya ini. Saya kan anak IF bukan SF. Silakan rujuk kembali ke mahasiswa farmasi terdekat, apotek terdekat, atau BPOM terdekat.

Wallauhu a’lam…


Tantangan

  • Kunjungi beberapa apotek, cari obat tetes mata OTEM tadi. Saya yakin tidak ada yg menjual, karena emang yg jual ya warung-warung, kios, minimarket. Wong nggak ada izin BPOM-nya dan nggak bakal ada izin BPOM untuk obat tetes mata herbal ini selama peraturan BPOM Pasal 34 ayat (2) Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.41.1384 tadi masih berlaku.
  • Kunjungi lagi beberapa apotek yg menjual obat tetes mata biasa, pasti ada tulisan steril isotonik solution-nya.

Pranala luar

31 Comments

  1. mohon maaf, TOLONG JANGAN BAWA NAMA ITB untuk FORUM ya.. jangan menjadikan anak ITB sebagai tolok ukur soalnya kami juga sedang belajar barangkali ada beberapa kesalahan, kami bukan pakar kesehatan..Karena untuk menjadi acuan kami butuh pengalaman kerja dan ilmu yg banyak..
    saya ngomong kaya gini karna saya anak itb, oke?

  2. munaa yazid attamimi says

    assalamualaikum,tumpang komen sodara2ku seiman..
    tiba2 tertarik aja buat nyimak konferensi meja bundar kalian, gara2 apa?
    gara2 yang punya prodak OTEM & THM ni bapa sahabat gue sedari kecil smpe gue gede,gue nulis ini pun,anak si punya prodak ada di sebelah.
    kalian bisa ko ngadain penelitian langsung ke tempat herbal ini di bikin
    yang mau alamatnya,bisa chat gue langsung
    thank you semua
    salam damai,ga baek ah,,udah gede pada debat,lebih baik bertukar pikiran secara sehat,saling berlapanag dada,inget lo ya,ga semua pandangan kita bisa masuk ke otak semua orang,,begitu juga pandangan orang ga semua bisa masuk ke otak kita.oke oke oke? ^_^
    assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh🙂

  3. semua bagus tapi saya masih bingung, jadi obat yg bisa mengurangi mata minus apa’y biar gak pake kaca mata gitu, tolong masukannya tks….

  4. raja fadli says

    Mas gw mau nanya tuh sama yg katanya herballovers.gw salah satu pengguna otem,bisa dijelasin gak kenapa sari madu yg ada di otem herbal tadi bisa nyembuhin mata minus atau plus?gimana cara kerja si madu itu?tolong jelasin nya yg logis.

    Trus juga kenapa ada anjuran untuk hasil yg baik gunakan thm dan otem dalam bersamaan?gimana ceritanya 2 obat herbal bisa kombinasi kayak gitu tanpa ada efek samping?
    Mohon dijawab

  5. lulu says

    saya dulu pernah sempet tertarik pake si otem gegara desperate pengen normalin mata yg minus.. tapi ngeliat temen saya guling2 aduh2an setelah ditetesin otem, saya pikir mending mata minus deh daripada kesakitan gitu😛
    tapi pernah saya mata merah plus berair karna ga cocok pakai lensa kontak. diobatin pake obat tetes mata biasa ga manjur, manjurnya pake air rebusan daun sirih..cepet banget sembuhnya..

  6. kitty says

    Maaf sekali pak.. saya banyak yg tidak setuju dengan postingan ttg obat herbal.bukan hanya mengacu pd otem dan thm.
    Bapak pintar tp syang bnyk org pintar yg tidak bijaksana dan bnyk org mati yg pintar dlm kebodohannya.

    Sama sprti kl kita berdebat ttg ada hantu atw tidak. Bagi bnyk org tdk prcya hntu ada. Tp bgi bnyak org lagi malah sering mlihat hantu.Jadi pnjlasan itu jgn subyektif tp obyektif.jgn hny mngandalkan pkiran sndiri sblm benar2 tau info kseluruhan.

    Mngenai herbal. Entah kenapa sya malah lebih tertarik dgn herbal dripada obat dokter. Tapi tntunya seimbang.Obat dokter bgi saya adlh pertolongan tp pnuntasan sy lbh suka herbal. Of course krn jg pnya pglaman pribadi.Mngkonsumsi obat dokter smp 300 rbuan lbh ga smbuh2 tp smbuhnya dgn obat hrg 30 rb haha.

    Anda lbh suka berobat dgn analisa dokter?? Silahkan. Tp apakah dokter jg tidk mmliki ktrbatasan?? Apakh tdk prnh ada org yg mati di dokter?
    Mksud sy,silahkan anda pd pndrian anda tp jgn mnjatuhkan produk2 lain.

    Kdua. Apkh herbal mnurut anda hnyalah tumbuhan? Bgaimana dgn Jelly gamat gold yg bhan dsar nya dari teripang laut yg dktkan herbal jg?
    Dan memiliki khasiat 1 halaman folio yg sprti anda krtikkan.
    Bukankah Ace Max jg herbal? Dan jg mmlki khasiat 1 halaman folio.
    Apa yg slh dgn khasiat2 obat herbal yg mmng bgitu byk khasiatnya?

    Ketiga. Kira2 zaman2 nenek2 moyang kita dlu.. sblm ada dokter..mreka cnderung mmakai tabib dan mngobati dgn ramuan2 alami jg kan? Dlu jg tidak ada BPOM tuh.bapak jg kl lahirnya di zaman nenek moyang dan tinggal2 di hutan,mana ada tu pngobatan kimia2.smua dari alam.

    keempat.Lalu..dgn org2 yg banyaaak sekali sembuh dgn pengobatan Herbal pdhl di dokter ga smbuh,bgaimana anda bs mnjelaskan itu?

    kelima.Apakah dokter adalah satu2nya
    Alat yg dipakai Tuhan utk ksembuhan sseorg?
    Bapak tw knp Pnjajah dlu getol x ingin mnjajah Indonesia?? Ya karena merwka tw hasil dr alam Indonesia ini Luar biasa.ibaray ktnya tongkat saja dilempar bs jd sayur.mksudnya batang ubi.
    Betapa bnyaaakkk skli hasil alam ini yg ketika diramu bs mnjadi obat yg luar biasa.

    Keenam.menurut bapak..apakah ilmu semua dokter itu sama?
    Kalau dokter A bilang ssuatu..belum tentu yg B blg gt.bpak klau berobat di 5 dokter,pasti jg obatnya beda2.
    Ky pnjelasan bapak..kl mmng obat herbal itu bla bla..knp dokter2 ga rebutan bla bla.. dan itu masalahnya..banyak dokter sklipun tidak tau.
    Ni contoh..bapak kalau sakit ginjal altrnatif yg cm dikasi pasti cuci darah.
    Kalau ada yg tumor payudara altenatif yg dikasi operasi.
    Lah.. bnyk dokter gmw capek.mmng cuci darah brp??
    Operasi brp?? Utk yg duitnya ky paman gober mmng ga masalah.
    Tp yg bs sembuh dgn obat herbal,therapi herbal tnp operasi..ga perlu merogoh kantong banyak.. knp Tidak?
    Bapak jgn salah.. kdg2 dokter itu sndri takjub knp pasien bs sembuh pdhl pnyakitnya parah.. gt dikasitau pake “ini” dokternya bru blg bgus..pdhl slm ni ga tau.

    Ketujuh..
    Kebetulan saya herballover skaligus suplier produk2 herbal yg sudah sy plih sndiri.
    Kita mau andalin POM? Baguuss..sy jg stju.
    Tapi utk kasus2 trntu sy brusaha mlogikakan z.emang yg jamu2 bpk minum atw yg kliling2 itu udh POM?
    Produk2 gt kan homemade..ada yg warisan turun temurun..emang ngurus POM gmpang?ga bayar?? Hrus ada ini itu bla bla..
    Salah 1 ctoh sy ada jual herbal utk msalah kewanitaan.Dokter mana tauuu…di apotik? Gadaa… tp gitu dibawa ke dokter dokternya jg blg bgus.Dokter2 itu penelitiannya jg terbatas dan sprti sy blg td typ dokter ilmunya beda2.. dukun jg ilmunya beda2 ko.
    Produk kewanitaan yg sy blg td.. stlah dipakai kotoran2 nya dalam miss v itu digurah smw..ada yg kistanya kluar brbntuk gumpaln..ada yg mngecil..ada yg hamil pdhal udh lama ga hamil pdhl udh ke dokter.. mlah dokternya ikutan recomndasi.

    Terakhir..Yg nmnya herbal itu aplgi homemade..dan sjnisnya ga smua POM pak. Ada yg dinkes.
    Mau POM ga POM ,dinkes ga Dinkes.. tp kalau banyak yg sembuh dan buktikan,bapak MW BILANG APA???
    Mau melawan Kuasa Tuhan??belum pernah sy dengar ada org mati krn pngobatan herbal kcuali ktnya herbal tp abal2 alias FAKE.
    Pak..Panadol bagus kan? Tp apa smua ccok mkan itu?
    Kl yg nmnya produk itu didunia ini ada kmungkinan skian persen ga ccok ke org.
    100 org smbuh,2 org ga..trus di cap ga bgus?
    Ibarat ke RS.. 100 org sehat ada 2 yg mati..trus bapak mw demon tu RS?
    Kl bapak pnya pndapat sndiri silahkan..tp jgn mnjatuhkan.bpak cm liat 1 kasus.ky otem..bpk cm liat 1 kasus..bpk brusaha mnliti ini itu.. tp ada ribuan yg smbuh dan lepas kcamata..bapak mw blg apa?

    Maaf tdk usah dibalas,hnya skdar share.. mkasih

    • Wah terima kasih sekali komen dan masukannya. Sangat saya hargai.. ^^

      Mungkin koreksi, satu yg anda salah paham adalah tema. Artikel ini hanya membahas cakupan kecil yakni si obat tetes mata herbal tadi. Makanya bisa ke POM dll, untk khusus kasus mata ini.
      Ttg obat herbat umum, tidak ada di artikel ini yg menyatakan bahwa “Obat herbal itu palsu” dan “Obat herbat tidak bermanfaat”. Tidak ada. Itu cuma imajinasi anda. Saya cuma memaparkan FAKTA ttg OBAT MATA dan obat mata herbal saja, kenapa sewotnya kemana-mana.

      Ttg obat herbal umum, saya juga menyatakan kalau saya “tidak sepenuhnya percaya”, berarti masih ada kepercayaan saya. Saya juga tidak sepenuhnya percaya dg dokter kok. Bila dibaca ulang, singgungan ttg herbal hanyalah pembuka saya, bahkan blm masuk cerita utama, jadi kenapa melebar sampai panadol, ace max, dan teripang. Saya tidak mengerti. Saya cuma mengkritik kalau obat herbal itu kadang cuma klaim dan placebo, landasannya cuma subjektif [perkataan org entah siapa] tidak objektif [data]. Eh, anda tahu kan apa itu subjektif dan objektif?

      Jika saya mau membalas satu2 point anda, saya bisa menulis 10 artikel di artikel ini. Karena saya tidak punya waktu ya tidak akan saya balas, lagipula setiap org kan punya pendapat masing-masing. Jadi silakan buat mata mau coba-coba atau tidak. ^^v

  7. rahman says

    G da untungnya buat debat itu.
    Sbagai manusia yg baik tu g banyak omong tp bs menunjukkan bukti yg akurat.
    Si pembuat situs juga g penting.
    Omdo tp g da bukti.

  8. dasar anak” , bikin artikel oon semua, lu pada tau al-qur’an kagak si, apa cuma taunya koran, celakalah kalian,
    makanya jangan cuma otak yang di pake tapi hatinya juga,
    kalau lo ngeklem OTEM herbal itu bahaya maka lebih bahaya OTEM kimia bodoh,
    medis memang benar tapi masih ada yang lebih benar (ALLAH)
    cukup ketahui lu gede key gitu karna herbal

    • Dasar anak”, nulis nggak pake ilmu.
      Loe tahu nggak kimia itu apa, herbal itu apa? Belajar dulu sana… Tamati SMA baru ngomong.

      Dokter itu apa? Dan apa hubungannya kebenaran medis, kebenaran Alquran/Allah, dengan OTEM? Sombong sekali jika Loe mengatakan OTEM dari/disebut di Alquran? Naudzubillah…

      Kalau Loe mau berobat pake hati ya sok aja. Gue mau berobat pake sains.

      Oh yeah? Gue besar dari herbal? AND what did you mean by that? Teach me master…

  9. claudia says

    mohon informsinya,nama obat tetes mata yg kecil sekelingking pada gambar diatas itu namanya apaa ya?

      • claudia says

        iya saya tau,kemarin saya sudah beli di apotik tapi saya ini lagi berada jauh dari tempat saya beli dulu. saya lupa nama tetes matanya apa,kira kira anda tau namanya apa?

      • Namanya sudah saya tulis kok di gambar. Silakan diamkan pointer mouse di atas gambarnya.

        Tapi sudah dapet resep dokternya? Kalau blm atau itu resep lama, saya sarankan “buat mata kok coba-coba”.

  10. claudia says

    tolong informasinya,apa nama tetes mata yang panjangnya sekelingking tangan diatas itu yaa (yang ada pada gambar) ??

    • eye fresh klo ga salah, saya waktu itu pernah sakit mata lalu pakai obat dari dokter itu dan alhamdulillah beberapa hari kemudian mata saya jadi sembuh

  11. teguhumar says

    Mohon informasi.. kalo mata di tetesin air dengan ph 9 atau 9.5 gmn? Tetapi bukan air biasa. Airnya berantioksidan, alkali dan microcluster.. terima kasih

  12. “sensasi perih (atau nyeri) disebabkan oleh rusaknya jaringan/sel. Jadi ga ada yg namanya perih = khasiat.”

    ini cuman berlaku buat mata doang, apa seluruh tubuh? Apa kasus luka yang dikasih antiseptik trus perih itu berarti rusaknya jaringan/sel?

    • Hubbi NM says

      Sebenarnya nyeri itu macam2. Umumnya karena ada kerusakan jaringan, di seluruh tubuh, tidak di mata saja. Ada juga nyeri karena receptor nyeri terus-menerus terangsang padahal kerusakan sudah tidak ada.
      Nah kalau untuk luka yang dikasih antiseptik/alkohol itu seperti ini: tubuh kalau kena panas (misal. menyentuh benda panas) akan merasakan nyeri. Itu terjadi karena suhu di daerah kontak melebihi batas tertentu. Ketika luka dikasih alkohol, yg terjadi adalah batas tadi itu menurun drastis sampai di bawah suhu tubuh. Akibatnya suhu tubuh pun dianggap kepanasan dan muncullah rasa nyeri.
      Kalau ada yang lebih mengerti ttg ini, mohon dikoreksi kalau salah🙂

  13. Reza Abdul Kodir says

    salam…
    tulisan yang sangat menarik, setidaknya untuk saya pribadi🙂

    terlepas dari fenomena OTEM dan THM itu sendiri, saya punya sedikit pendapat tentang penggunaan kata “herbal”. Saat ini, istilah “herbal” tidak lagi digunakan untuk produk berbasis tumbuhan, itu yang jadi masalah. Sehingga pemaknaan herbal sendiri menjadi sangat jauh melenceng dari kemaksudan aslinya. Kedua, istilah “herbal” yang selalu dikaitkan dengan pengobatan ala Nabi. Tidak demikian halnya, karena jelas yang namanya tumbuhan obat dan penyakit bukan hanya ada pada zaman Nabi dan di negeri Arab saja, tapi di seluruh penjuru dunia. Ayurveda (India), TCM (China), Kampo (Jepang), dan Jamu (Indonesia) juga memiliki bahan2 obat yang diantaranya (sebagian besar) berbasis tumbuhan (herbal).

    Sekarang kembali kepada OTEM dan THM. Saya berpendapat memang bahwa klaim “perih=berkhasiat” tidak realistis. Lebih tepatnya mungkin “perih=bereaksi”😀. Tapi yang menjadi menarik di sini adalah bagaimana suatu anggapan yang tidak realistis bisa diklarifikasi oleh bukti2 realistis. Maksud saya adalah spesifik dalam membahas keterkaitan “OTEM-THM-perih-khasiat”.

    OOT: kok akhir2 ini, saya sendiri kurang respect sama BPOM, P-IRT, sertifikasi halal MUI, dll ya? Soalnya yang berlabel pun masih banyak yang ga meyakinkan…CMIIW🙂

    • Terima kasih komennya. Selentingan dengan cara nabi di paragraf atas mmg bukan mengaitkan langsung ke herbal/ tumbuhannya. Cuma kalau ditambah “ini obat herbal. cara islami…”, nah makin bertambah tuh “daya tariknya”. Contohnya beberapa situs penjual OTeM td.

      Oh ya ya, istilah “herbal” jarang digunakan lagi ya? Perasaan tiap pameran gt2 bnyk.. Ganti apa ya, “tradisional” gitu ya?

      Soal tidak respect sama lembaga gitu2 memang sih, kadang ada kasus khusus, keteloderan, pemalsuan, atau apa lah. Hanya saja, kalau kita tidak percaya BPOM, MUI, mau percaya sama siapa kita? Buat lembaga sendiri? Percaya sama pak ustadz yg jualan obat di sebelah rumah? Kan lebih lucu kayaknya, hehe.
      Just my opinion.

  14. tulisannya bagus dan gampang dipahami. jadi malu anak IF malah lebih aware buat nulis ginian dibanding anak SF (salah satunya saya :p)
    cuman gak ngerti sama judulnya aja hahaha

    • Terimaa kasih, hehe. Ayo semangat nulis ttg keilmuan msg2…

      Judul kayak gitu sebenarnya dipelopori oleh http://en.wikipedia.org/wiki/Sex,_Lies,_and_Videotape. Rima judul seperti itu sering banget dipakai dalam media (buku/film) yg bertema mengupas hal2 seperti ini: umum diketahui orang tapi tabu atau orang byk yg melakukan tapi salah kaprah. Menyingkap tabir, gt2. Jadi ya saya ikut2an aja pakai rima judul bgt. Lebih wah juga.

  15. Hubbi NM says

    Baru tau loh ada “isu” ini di FJB, hehe.
    Btw, sensasi perih (atau nyeri) disebabkan oleh rusaknya jaringan/sel. Jadi ga ada yg namanya perih = khasiat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s