Bulan: September 2012

Daripada versus Dari

Akhir-akhir ini saya sering menemukan teks berita yang menggunakan kata daripada padahal kata yang tepat adalah kata dari. Kemajuan perusahaan ini tidak lain karena kerja keras daripada seluruh pegawainya. Bantuan daripada pihak asing belum dibutuhkan hingga saat ini. Kenapa harus yang panjang kalau ada yang pendek ya? da·ri·pa·da p kata depan untuk menandai perbandingan: buku ini lebih bagus — buku itu Fungsi kata daripada jelas hanya satu, untuk menandai perbandingan. Kalimat di atas jelas bukan perbandingan. Dengan demikian, yang tepat adalah kata dari. Bahkan kita sering mendengar pejabat secara sporadis memakai kata daripada ini. Kata ini seolah disesuaikan dengan penuturnya (pejabat) seolah naik pangkat seperti pejabat sehingga bisa menggantikan kata depan lain atau plesir kemana saja. Perjuangan daripada rakyat Indonesia mengantarkan kita daripada kemerdekaan kita menuju masa depan daripada negeri ini yang modern dan kokoh daripada masa lalu. Nah, ada artikel yang menarik dan menggugah nalar mengenai pemakaian daripada yang berjudul Dosa Daripada Kita atas Kata Daripada. Menurut artikel tersebut, kalimat yang dikutip dari Kompas berikut “Lebih dari 16.400 pasangan di Beijing telah mendaftarkan diri untuk menikah …” seharusnya …

Anda Lucu : Bahasa Itu Hidup dan Berkembang

Bahasa itu selayaknya mahluk hidup. Ia hidup. Ia lahir, tumbuh, dan berkembang. Jika tidak dirawat dengan baik, ia pun dapat mati. Google Endangered Language Project adalah salah satu proyek besar untuk mencegah hal yang terakhir ini terjadi. Ini adalah fakta yang seharusnya kita sadari bersama. Bahasa Indonesia sendiri “berevolusi” dari bahasa Melayu sehingga tidak sepenuhnya salah jika mengatakan bahasa Indonesia diimpor dari Malaysia. Bahasa Melayu, bahasa Jawa, dan bahasa Sunda pun memiliki “ibu” yang sama yakni bahasa Proto Melayu. Pengguna bahasa Proto Melayu kemudian berpindah secara geografis dan mengalami kontak dengan penduduk lain sehingga masing-masing pengguna lokasi memiliki perubahan bahasa yang berbeda sehingga terjadilah bahasa-bahasa baru. Meskipun demikian, karena memiliki satu ibu, bahasa-bahasa baru tadi memiliki irisan kosakata yang sama dengan bahasa saudaranya. Di semua literatur yang memberi penjelasan tentang bahasa Indonesia terdapat pernyataan bahwa “bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup” atau “bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka”. Bahasa Indonesia dapat menghasilkan kata-kata baru, baik melalui proses penciptaan maupun peminjaman dan penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Hampir separuh[citation needed] kosa kata bahasa Indonesia …

Membentengi Diri dan Keluarga dari Ancaman Dajjal (2) ~ Masalah dan Solusi

Oleh Dr. K.H. Asep Zaenal Ausop, M.Ag. Khutbah Idul Fitri 1433 H – 2012 M. Institut Teknologi Bandung. Tidak mengada-ada jika kami katakan bahwa kini Dajjal telah menyusup dan memengaruhi seluruh sendi kehidupan kita. Dajjal menyusup dalam hiburan dan pakaian, menyusup kepada remaja dan orangtua, menyusup kepada sistem ekonomi dan politik, bahkan menyusup mula ke dalam simbol-simbol islam. Kini hampir semua orang menggunakan internet sebagai sumber informasi. Internet sangat bermanfaat. Akan tetapi, disana terdapat pula berbagai macam informasi yang sebetulnya bisa merusak akhlak antara lain situs-situs yang bersifat pornografi. Kami beristighfar ketika membaca hasil penelitian sebuah tim, bahwa di suatu provinsi, lebih dari 50% remaja usia SMP-nya sudah melakukan hubungan sebadan. Naudzu billahi min dzalik. Sangat mungkin ketika di rumah anak-anak kita seperti anak soleh, pura-pura awam soal itu tetapi di luar rumah ternyata mereka berbuat maksiat. Mengapa mereka melakukan zina? Sangat mungkin karena anak-anak kita tidak tahu besarnya dosa zina, tidak tahu bagaimana akibat perbuatan zina, baik di dunia maupun di akhirat. Kasus yang sering terjadi pada malam pengantin, perumpuan tidak lagi virgin. Suami …

Membentengi Diri dan Keluarga dari Ancaman Dajjal (1) ~ Pendahuluan

Oleh Dr. K.H. Asep Zaenal Ausop, M.Ag. Khutbah Idul Fitri 1433 H – 2012 M. Institut Teknologi Bandung. Di pagi hari yang cerah ini, 1 Syawal 1433 Hijrah, segenap kaum muslimin di berbagai belahan bumi, duduk bersimpuh merendahkan hati, sambil mengucapkan takbir: Allahu Akbar, mengucapkan tahlil: Laa ilaha ilallah, dan mengucapkan tahmid: wa lillahi al-hamd. Suaranya bergemuruh memecahkan senyapnya pagi. Ucapan takbir mengikis sikap sombong sampai ke akar-akarnya. Ucapan tahlil adalah penegasan bahwa kita tidak sudi diperbudak baik oleh harta, tahta, maupun wanita, tetapi hanya siap diperbudak oleh Allah SWT semata. Adapun ucapan tahmid sebagai ungkapan merendahkan hati mengikis sikap sok suci. Dengan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid di hari Id yang suci ini, setam terkapar kepanasan, iblis pun menjerti histeris karena mereka telah dikalahkan oleh orang-orang yang shaum. Mudah-mudahan Allah menerima ibadah ramadhan kita, baik shaum, tawarih, tadarus Alquran, sedekah, zakat fitrah, iktikaf serta segenap amalan ramadhan lainnya. Mudah-mudahan kita menjadi pemenang dalam pertaruran melawan nafsu syaithaniyah: Taqabalallahu minna wa minkum. Mudah-mudahan Allah menerima segala ibadah kami dan ibadah kamu. Tawabbal yaa Karim. Amin. …