Kosa-Tata
Tinggalkan sebuah Komentar

Daripada versus Dari

Akhir-akhir ini saya sering menemukan teks berita yang menggunakan kata daripada padahal kata yang tepat adalah kata dari.

Kemajuan perusahaan ini tidak lain karena kerja keras daripada seluruh pegawainya.

Bantuan daripada pihak asing belum dibutuhkan hingga saat ini.

Kenapa harus yang panjang kalau ada yang pendek ya?

da·ri·pa·da p kata depan untuk menandai perbandingan: buku ini lebih bagus — buku itu

Fungsi kata daripada jelas hanya satu, untuk menandai perbandingan. Kalimat di atas jelas bukan perbandingan. Dengan demikian, yang tepat adalah kata dari.

Bahkan kita sering mendengar pejabat secara sporadis memakai kata daripada ini. Kata ini seolah disesuaikan dengan penuturnya (pejabat) seolah naik pangkat seperti pejabat sehingga bisa menggantikan kata depan lain atau plesir kemana saja.

Perjuangan daripada rakyat Indonesia mengantarkan kita daripada kemerdekaan kita menuju masa depan daripada negeri ini yang modern dan kokoh daripada masa lalu.

Nah, ada artikel yang menarik dan menggugah nalar mengenai pemakaian daripada yang berjudul Dosa Daripada Kita atas Kata Daripada. Menurut artikel tersebut, kalimat yang dikutip dari Kompas berikut

“Lebih dari 16.400 pasangan di Beijing telah mendaftarkan diri untuk menikah …”

seharusnya memakai kata daripada, karena kalimat tersebut menunjukkan perbandingan. Menurut penulis artikel, kata dari harus konsisten dipakai sebagai makna menunjukkan arah dari mana sesuatu muncul, datang, berasal. Kalimat di atas jelas bukan datang dari 16.400 pasangan melainkan bentuk perbandingan.  Mana yang dibandingkan? Secara implisit, angka 16.400 dengan angka lain dalam penggaris. Argumen ini ia perkuat dengan mengutip kalimat yang sama dalam bahasa Inggris :

More than 16,400 couples booked their marriage certificates on August 8 in Beijing, according to the Beijing Civil Affairs Office.

Pada bahasa Inggris jelas tertulis “more than”, yang jika diindonesiakan akan menjadi “daripada”. More = dari, than = pada. Segala argumen tersebut diutarakan karena penulis merasa pernah “diperkarakan” karena beliau pernah menulis

“Selama masa tugas saya yang kurang daripada 10 tahun…”

dan disalahkan pembaca. Penulis artikel tersebut merasa sudah benar. Kemudian, semestinya kata dari di seluruh kalimat seperti itu memakai kata daripada. Dari itu untuk arah datang, daripada untuk perbandingan.  Menurut penulis artikel tersebut, kita cenderung menghindari kata daripada karena seorang pejabat yang dibenci yang sering spamming kata tersebut di masa lalu.

Saya tidak tahu siapa pejabat itu tetapi menurut saya bukan itu masalahnya. Meskipun pendapat penulis artikel itu ada benarnya, saya tidak begitu setuju dengan pendapat tersebut (khususnya yang dicetak tebal). Alasan saya, mari kita lihat arti kata dari pada KBBI daring.

da·ri 1 kata depan yg menyatakan tempat permulaan (dl ruang, waktu, deretan, dsb): ia berangkat — Semarang menuju Surabaya; — halaman 20—502 kata yg menyatakan asal kedatangan: ia datang — Medan; menerima surat — ayahnya; 3 sejak; mulai: — dulu dia sudah kuperingatkan; 4 oleh karena; disebabkan oleh: hal itu dilakukannya — kemauannya sendiri; 5 tentang; mengenai: — hal utang-piutang diperlukan bukti tertulis; 6 kata depan yg menyatakan bahan suatu barang: cincin ini terbuat — emas murni; 7 kata depan yg bermakna ‘yg berupa’ atau ‘yg terjadi’: dihidangkan makanan — buah-buahan dan kue-kue; cak kata untuk menyatakan perbandingan: harganya lebih mahal — emas; 9 kata depan untuk menyatakan pencegahan, pemindahan, atau pemisahan: jauhkan dirimu — perbuatan itu;menghindarkan diri — bahaya maut; 10 cak kata depan untuk menyatakan kepunyaan: pidato pelantikan anggota DPR baru — Presiden akan disiarkan melalui radio; 11 melalui; melewati: ia masuk — pintu belakang;
se·da·ri p sejak: ~ dulu ia sudah kuperingatkan

Pada keterangan KBBI nomor 8 perihal arti kata dari, jelas tertulis bahwa kata dari juga bisa dipakai untuk menyatakan perbandingan. Makna kata dari yang menunjukkan arah datang hanya sekelumit dari keseluruhan makna katanya. Dengan kata lain, penanda perbandingan tidak mutlak hak milik kata daripada. Contohnya, seluruh kalimat berikut adalah benar.

Harganya lebih mahal daripada emas.
Harganya lebih mahal dari emas.
Harganya lebih mahal dibandingkan dengan emas.

Jakarta lebih panas dari bogor.
Jakarta lebih panas daripada bogor.
Jakarta lebih panas dibandingkan dengan bogor.

Dengan demikian, kata dari juga memiliki fungsi yang dimiliki kata daripada. Memang sepertinya hal ini bukan hal mutlak karena ada beberapa kalimat yang justru aneh jika memakai kata dari.

Saya lebih mengharapkannya dari kamu.

Kalimat di atas terasa aneh saat menggunakan kata dari karena terdengar ambigu maksudnya. Superlatif atau lebih berharap “nya”-nya datang dari kamu? Jika yang pertama yang dimaksud, gunakan kata daripada. Jika yang kedua yang dimaksud, tambahkan kata penjelas lain misalnya kata datang.

Nah, jadi kedua kalimat

“Lebih dari 16.400 pasangan di Beijing telah mendaftarkan diri untuk menikah …”

“Selama masa tugas saya yang kurang dari 10 tahun…”

tadi benar atau tidak? Jawabannya saya tidak tahu. Hati kecil saya merasa itu benar dan memang lazim tetapi tidak tahu alasannya. Orang juga tidak ada yang pernah mempermasalahkannya karena sudah lazim. Menurut penulis artikel tadi, kedua kalimat menunjukkan perbandingan dan sebaiknya kata dari diganti dengan kata daripada. Menurut saya, jika itu kalimat perbandingan, kata dari disana sudah tepat mau diganti daripada juga tepat. Keduanya benar. Akan tetapi saya masih tidak percaya kedua kalimat tersebut adalah kalimat perbandingan implisit hanya saja saya tidak tahu apa (tidak bisa memilih dari 11 penggunaan yang ada di KBBI, melewati mungkin ya, melewati angka 16.400).

“Lebih daripada 16.400 pasangan di Beijing telah mendaftarkan diri untuk menikah …”

“Selama masa tugas saya yang kurang daripada 10 tahun…”

Jika kata dari pada kedua kalimat tadi diganti dengan kata daripada, benar atau tidak. Jawabannya juga saya tidak tahu tetapi kali ini hati kecil saya tidak bersuara. Ada getaran yang berkata bahwa itu benar (sesuai dengan argumen penulis artikel tadi) tetapi ada getaran yang menolak karena susunannya jarang terdengar alias tidak lazim. Kalimat itu kalimat perbandingan? Agak tidak percaya tapi kayaknya iya juga sih. Akan tetapi, kalau yang dimaksudnya melewati angka 16.400 dan (belum) melewati angka 10 tahun, kalimat dengan kata daripada atas adalah salah.

Menurut Anda?

NB. Saya tidak setuju melakukan pendekatan bahasa Inggris sebagai dasar alasan seperti saat mengartikan frasa more than ke kata daripada sebelumnya. Walaupun saya sering juga melakukan ini, tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan pegangan utama. Setiap bahasa punya aturan dan rasa sendiri. Jadi tidak bisa kita katakan, “loh kan di bahasa Inggris ada than-nya, kita harus ada pada-nya dong!”. Toh kata than dan pada pada more than dan daripada pada kedua bahasa beda status. Yang satu ditulis terpisah dan yang lain tersambung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s