Asing
Comments 3

Memahami Arti Cinta Lewat Kanji

Artikel berikut disalin dengan sedikit perubahan dan tambahan gambar dari tulisan oleh Pramita Dea pada kompasiana dengan pranala berikut. Kata penulis pada artikel ini merujuk pada penulis aslinya, Pramita Dea.


Cinta, siapa sih orang yang tidak pernah merasakan jatuh cinta? Tua, muda, bahkan anak-anak pasti memiliki perasaan “cinta” ini. Apakah itu cinta terhadap lawan jenis, keluarga, teman, ataupun tanah air.

Kata “cinta” adalah kata yang sangat populer, terutama di jurusan Bahasa Jepang. Hampir semua orang terutama mahasiswa pastilah kenal dengan istilah “aishiteru” atau artinya aku cinta kamu. Bahkan sebelum diajarkan tata bahasa (bunpou) ataupun kanji, istilah “ai” dan tulisannya愛” sudah diingat di luar kepala. Kanji ini pun nemplok di jidatnya Gaara, kazekage ke-lima dalam manga Naruto (yang tentunya dilihat oleh hampir semua orang).

Tentu saja hal ini dikarenakan cinta adalah suatu perasaan yang universal. Dosen penulis yang mengajarkan Sakubun-Hyouki (mata kuliah mengarang yang lebih memprioritaskan pengenalan, penulisan, dan pemahaman kanji dalam Bahasa Jepang) mempunyai cara yang unik agar mahasiswanya lebih cepat dan lama mengingat huruf kanji. Beliau mengenalkan arti kanji berdasarkan teknik penulisan, dan karakter dasar pembentuknya. Mengartikan kanji tidak cukup dengan melihat satu karakter, harus secara keseluruhan.

Beliau mencontohkan mengapa kanji  (kawa ) berarti “sungai”. Menurut ilustrasinya, zaman dahulu orang Jepang selalu melihat aliran air sungai berbentuk garis yang meliuk-liuk, akhirnya mereka membuat simbol bahwa garis yang meliuk-liuk itu mewakili pikiran mereka untuk mengatakan bahwa itu adalah sungai. Maka seperti beliau, penulis mencoba mengartikan arti kanji agar lebih mudah dipahami dan diingat. Ternyata hal tersebut cukup berguna, selain arti yang kita ingat, filosofi terhadap kanji dan maknanya pun menjadi lebih dalam.

Menurut Sudjianto (2007:59), setiap kanji terbentuk dari beberapa garis dan coretan. Garis-garis atau coretan-coretan tersebut pada akhirnya membentuk sebuah huruf kanji secara utuh. Istilah tersebut dinamakan dengan bushu, yang dijadikan suatu dasar untuk pengklasifikasian huruf kanji. Dalam kanji Jepang terdapat tujuh macam bushu, yaitu : hen(bushu yang terdapat di sebelah kiri) , tsukuri ( bushu di bagian kanan) , kanmuri (bushudi bagian atas kanji) , ashi (bushu di bagian bawah kanji) , tare (bushu yang membentuk siku-siku dari bagian atas ke kiri), nyoo ( bushu yang membentuk siku-siku dari bagian kiri ke bagian sebelah kanan bawah ), dan kamae (bushu yang seolah-olah mengelilingi bagian kanji lainnya).

Kanji 愛」 bisa berarti cinta, sayang, favorit. Aisuru, mencintai. Me (zuru), Me (deru) mencintai, mengagumi atau menghargai. Kanji “愛” bila digabungkan dengan kanji lainnya seperti kanji 人 (hito) yang artinya “orang” akan menjadi 愛人 dibaca aijin (kekasih), jika digabung dengan kanji 好 akan menjadi 愛好 dibaca aiko (menyukai), dan lain-lain.

Jika kita melihat kanji “愛”, dia termasuk ke dalam kanji yang mempunyai bushu di bagian atasnya, yang diambil dari kanji  (tsume). Tsume sendiri dalam bahasa Jepang berarti cakar. Lalu apa hubungannya cakar dengan cinta? Tentu kita berpikir demikian. Untuk memahami hal ini, kita harus melihat coretan yang terdapat dalam kanji “愛”, yang terdiri atas :

  1. Kanji 爪 “tsume”, yang berarti cakar. Kanji ini bisa mengalami perubahan penulisan. Kita tahu cakar merupakan sesuatu yang menancap dengan kuat, seperti burung yang mempunyai cakar untuk bertengger kokoh di ranting. Lalu apa yang dicakar di sini? Kita lihat coretan lainnya.
  2. Wa Kanmuri, seperti atap yang berada di karakter kedua. Mengapa dinamakan wa kanmuri? Karena bentuknya menyerupai huruf wa katakana ワ. Dapat diartikan sebagai mahkota, penutup atau pelindung.
  3. Kanji 心 “kokoro/shin”, yang berarti hati, pikiran, jiwa, semangat, mentalitas, atau ide. Sesuatu yang timbul dari perasaan di hati dan pikiran kita.
  4. Kanji yang termasuk natsu ashi (kanji yang letaknya di bawah, seperti dalam kanji夏 “natsu/musim panas”). Ketika musim panas, di Jepang identik dengan suasana riang, liburan musim panas, rekreasi bersama teman ke laut, pantai atau kolam renang, memakan buah semangka, festival musim panas, perayaan obon dan lainnya. Perasaan riang dan bahagia ini layaknya cuaca yang cerah, dan terkadang panas, membuat semangat menggebu-gebu. Layaknya jika seseorang jatuh cinta, hati serasa panas dan jiwa menjadi sangat bersemangat.

Maka arti tsume atau cakar di sini berarti sesuatu yang menjaga, mencengkram atau melindungi perasan hati yang hangat, yang selalu membuat perasaan kita senang, dan bersemangat. Bukankah jatuh cinta merupakan pengalaman yang seperti itu? Kadang membuat kita lupa, walaupun mendung tetap saja kita mengangap dunia ini cerah, bahagia, berdebar-debar dan membuat hati panas tidak karuan.


Artikel Terkait

3 Comments

    • Bukan ul. Perempuan tuh 女. Kalau yang di bawah kan 夂. Agak mirip sih ya…
      Kalu kanji perempuan ada di kata suka 好 (dibaca “suki’). Yang kiri perempuan yang kanan anak-anak. Perempuan kan “suka” anak-anak tuh, jadi deh kanji suka. (maksa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s