Informatika, Kosa-Tata
Comments 3

Fitur : Kebakuan, Makna Luasnya, dan Penggunaan di Sains Komputer

Kata fitur sudah sangat akrab di telinga kita apalagi di dunia teknologi ini. Sayangnya kata ini belum ada di KBBI (setidaknya KBBI Online yang ada di bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php yang sepertinya memang belum mencakup KBBI 4, padahal KBBI 4 sudah rilis beberapa tahun lalu). Makna fitur yang akrab di telinga kita pun masih sangat sempit dibanding makna fitur pada bahasa aslinya.

Pada wikipedia, fitur atau Federation of Independent Trade Unions of Russia (FNPR, Федерация Независимых Профсоюзов России, Federatsia Nezavisimiikh Profsoyutz Rossia)  adalah federasi persatuan dagang terbesar di Rusia yang dibangun satu tahun setelah runtuhnya Uni Soviet. LOH! loh… Salah sepertinya… Maaf, maaf.

Mari kita kembali ke jalan kebenaran.

Fitur yang sering kita kenal diasosiasikan dengan kebergunaan atau fungsionalitas dari suatu program atau benda. Misalnya Adobe Photoshop memiliki fitur untuk menghilangkan noda pada gambar wajah. Laptop ini memiliki fitur pengenalan wajah. Sebuah mobil mewah memiliki fitur untuk membuka kunci dengan sidik jari. Kata fitur sangat dekat dengan dunia software dan menjadi aspek utama (dan kadang satu-satunya) yang menjelaskan suatu software. Kemudian, kata fitur juga merambah ke produk-produk lain khususnya yang berbau teknolgi. Dengan kata lain, fitur yang kita kenal ini sangat berkaitan dengan aspek kualitas atau ciri yang menonjol dari suatu produk sehingga menjadi daya tarik.

Singkatnya: fi.tur => istilah teknologi

Jika menilik kata fitur pada bahasa Inggris yakni feature, kata tersebut memiliki beberapa penggunaan. Daftar penggunaan berikut dialihbahasakan dan diringkas dari halaman Wiktionary/feature.

  1. Barang penting atau utama.
  2. Unsur fisik dari wajah (mata, hidung, dll.).
  3. (computing) Kemampuan menguntungkan dari sebuah  software.
  4. Objek atau struktur dari benda apapun atau bagian dari suatu benda misalnya lukisan, seni, perjanjian, atau kota, yang menjadi karakteristik atau hal pembeda yang ganjil dari biasanya.
  5. (archaeology) Bukti fisik yang membantu menjabarkan, mengenali, mengkarakteristikkan, dan menginterpretasu sebuah situs arkeologi.
  6. (engineering) Bentuk atau rupa karakterisitik dari suatu bagian benda, misalnya lubang, tonjolan, lengkungan, robekan, atau warna.

Beberapa contoh penggunaan kata fitur di atas dapat dibaca pada halaman Wiktionary-nya. Beberapa contoh lain misalnya:

The most prominent feature of ITB is Aula Barat and Aula Timur.

On the first day of Ramadhan, Salman features Ministry of Research and Technology in it’s taraweeh’s preachment.

Tentu saja, contoh kalimat di atas akan terasa janggal pada bagian fitur jika diindonesiakan.

Dari contoh dan daftar di atas, jelas bahwa arti fitur (yang akrab di telinga kita) belum seluruhnya tersalurkan ke negeri ini, terlepas dari entah (sudah) baku atau tidaknya kata fitur ini.

Dari daftar penggunaan di atas pula, dapat disimpulkan bahwa kata fitur dapat diartikan menjadi ciri (penting) yang membedakan suatu hal dengan hal lainnya. Dalam kasus software atau produk teknologi, hal paling penting darinya adalah fungsionalitas. Dengan demikian, makna fitur sebagai kapabilitas yang dimiliki suatu produk, atau aspek kualitas suatu produk hanyalah sebagian dari arti pada simpulan tadi.

Dalam bidang informatika khususnya sains komputer, istilah fitur banyak dipakai dalam penelitian-penelitian terutama dalam semua subbidang yang berhubungan dengan mengajari komputer mengenali sesuatu (misal teks, suara, gambar, atau manusia). Akan tetapi, pemakaiannya bukan dalam lingkup atau artian istilah teknologi yang biasa kita pakai itu. 

Ekstraksi fitur. Ini adalah tahapan penting dalam proses recognition. Fitur yang diekstraksi digunakan untuk membedakan antara suatu benda dengan benda yang lainnya misalnya untuk membedakan apakah ini wajah si Anu atau si Fulan. Fitur disini dapat berarti apa saja, yang penting bisa membedakan objek yang akan dikenali (di-rekognisi) antara satu objek dengan objek lain.

Misalnya dalam pengenalan gambar, fiturnya dapat berupa posisi dan warna piksel, histogram, dan pesebaran 3D dari piksel abu-abu. Dalam pendeteksian wajah, fiturnya dapat berupa warna menyerupai warna kulit, keberadaan mata, hidung, dan mulut (yang secara kebetulan sama dengan penggunaan kata feature nomor 2). Dalam pengenalan wajah, fiturnya dapat berupa pesebaran titik-titik kontrol wajah, posisi relatif objek pada wajah, bentuk hidung, kemiringan pipi, dll.

Dalam pengenalan huruf, fiturnya dapat berupa jumlah garis lurus dan lengkung, posisi dan jumlah titik kontrol, kemiringan, pesebaran titik, jumlah lubang, dll. Dalam pengenalan mood suatu teks, fiturnya dapat berupa subjek, predikat, objek dari teks, sinonim kata, kata berturut seperti bigram, trigram, atau N-gram, dll. Dalam pengenalan tanda tangan, fiturnya dapat berupa bentuk atau posisi piksel  atau titik kontrol seperti pengenalan lainnya yang disebutkan tadi. Dalam pengenalan keaslian penandatangan, fiturnya dapat berupa kecepatan, arah, dan turun-naik tekanan pena pada saat suatu garis dituliskan ketika tanda tangan dilakukan.

Fuih, what did I just read??.

Intinya semua hal yang berhubungan dengan pengenalan dalam bidang sains komputer, pasti menyinggung kata fitur. Dan fitur yang ini sama sekali tidak berkaitan dengan kata fitur dalam istilah teknologi yang seputar kapabilitas atau kualitas produk tadi, bukan?

Tentu saja, masih terasa janggal jika kita berkata “huruf Alif memiliki fitur seimbang kiri-kanan-atas-bawah, dua titik kontrol, satu garis vertikal dengan kemiringan maksimal sekian derajat, dll“. Bagian yang janggal adalah bagian “huruf Alif memiliki fitur …”,  seolah-olah huruf Alif itu bisa kita gunakan untuk melakukan sesuatu. Saya juga merasa demikian.

Namun, entahlah. Mau bagaimana lagi. Walaupun terasa janggal, emang tidak ada pengganti kata fitur ini. Lebih janggal lagi jika kata dalam bahasa Inggris feature diartikan menjadi kata lain yang bukan fitur dalam bahasa Indonesia, ciri misalnya. Agak kurang pas gimana gitu. Meskipun sebenarnya kata fitur sendiri masih dipertanyakan baku-tidaknya. Lebih dipertanyakan lagi apakah arti yang dimaksudkan dalan bidang pengenalan tadi juga didukung oleh kata fitur dalam bahasa Indonesia.

Wallahu a’lam…

3 Comments

  1. Halo Pak, mau tanya ya. Kalo padanan fitur ini digunakan dalam sebuah novel terjemahan itu gimana ya? Biasanya bisa diterimakah apa gimana?

    Terima kasih lho Pak😀

  2. menurut saya bahasa indonesia belum mempuyai pembendaharaan kata yang banyak.
    saran saya…
    alangkah baiknya bahasa indonesia lebih banyak lg menyerap dari bahasa arab yang begituuuuuu bayak, komplit, kompleks, tata bahasanya yg bagus2…
    poko e joget poko e joget… eh salah…
    pokonya mantap lah…

    eta kitu. teu beda jauh jeung bahasa sunda jeung bahasa jawa.
    pasti aya wae perbedaan..
    sampean = kamu, jawa
    sampean = kaki, sunda

    begitulah… bahasa.

    bagaimana seorang dosen ataupun pengajar bisa menerangkan suatu pelajaran kalo bahasa nya itu sendiri tidak memiliki pembedaharaan yang banyak.
    pertanyaan yg timbul adalah….
    apa kita harus menyalahkan suatu bahasa itu sendiri….
    hadeh….. pusing aku….

  3. Ping-balik: Contoh Penggunaan Internet Di Bidang Keamanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s