Diskusi dan Ide, Racuan Si Blog
Tinggalkan sebuah Komentar

Bagaimana Saya Sekarang Mengisi Blog Ini

This article is in Indonesian. If Indonesian is not your language, you can read this article in English here.This article is part of introduction sequence of this blog to our dear reader about the way this blog IS written.

Saya mulai rajin lagi menulis blog pada bulan Maret 2012. Belum lama. Sebelumnya blog ini sempat vakum selama lima bulan, seperti biasa. Sesuai tradisi, pos pertama saya setelah vakum adalah pengumuman bahwa blog ini bangkit lagi dibawakan oleh si blog ini sendiri.

Saya memulai kembali blog dengan tulisan yang agak kontroversial: tentang jaringan percontekan di Ujian Nasional. Tak disangka, tulisan ini berhasil menaikkan pengunjung harian dari angka belasan di hari sebelumnya menjadi tiga digit di dua hari berikutnya. [Tentu saja hanya bertahan dua hari, cepat naik, cepat juga turunnya] Banyak yang suka cerita kontroversial rupanya. Memang pada waktu itu saya langsung mencoba menghubungkan blog dengan akun Facebook. Akun saya sudah diketahui banyak orang. Sepertinya karena merasa senasib mereka menyebarkan tulisan saya tersebut.

Tidak seperti dahulu, sekarang saya menargetkan menulis mengepos tulisan setiap hari. Kondisi sekarang juga sudah berbeda seperti dahulu. Teman blogging sudah mulai ramai. Setidaknya saya yang sudah mulai tahu orang-orangnya. Facebook sudah ada dan terhubung. Yang dipaksa melihat lumayan banyak. Dengan demikian, target menulis setiap hari seperti yang dicanangkan oleh dailypost.wordpress.com realistis terjadi.

Untuk meyakinkan saya tidak kehabisan ide, saya menerapkan penopikan pada diri saya. Setiap waktu, seminggu sekali misalkan, semua pos berkaitan dengan suatu topik tertentu. Konsepnya sih sama seperti penemaan pada waktu dahulu. Hanya saja mungkin yang sekarang lebih tertata. Cakupan topik yang saya pilih juga lebih luas dan lebih mudah digubah (diimprovisasi). Agar yakin, dijabarkan lagi judul-judul yang mungkin pada setiap topik. Kemudian, dirancang bagaimana agar ketika berpindah antara satu topik  ke topik berikutnya ada transisi yang halus.

Itu perbedaan pola penulisan saya dahulu dan sekarang. Dahulu saya lebih ke suka-suka, sekarang saya lebih ke perencanaan. Hasilnya cukup bagus. Dari Maret hingga akhir Mei ini, saya sudah menetapkan kurang lebih lima topik. Semuanya berhasil menuangkan beberapa tulisan yang beruntun. Tidak seperti dahulu yang hanya berhasil membuahkan dua-tiga tulisan per tema. Berikut adalah hasilnya hingga saat ini, diurutkan berdasarkan waktu tayang per topik. 

Indolish, berkaitan dengan maraknya penggunaan kosakata bahasa Inggris di bahasa Indonesia

Sepilis, berkaitan dengan sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang kian marak menyerang negeri ini

Turis, berkaitan dengan beberapa tempat yang kebetulan pernah saya datangi

Pergaulan, berkaitan dengan konsep pertemanan, jejaring sosial web, dan masyarakat termasuk dalam konteks keislaman

Seputar Blog, berkaitan dengan blog ini dan cara menulis blog yang baik menurut saya

Pada perpindahan dari topik pergaulan ke seputar blog saya membuat pos yang kira-kira ada diantara dua topik tersebut. Dengan demikian, perpindahan topik tidak terlalu terasa. Halus. Masih ada benang merahnya. Karena saya mengejar benang merah ini, saya jadi tidak bisa menulis tulisan sembarangan lagi sesuai yang saya ingin pada saat tertentu. Takut merusak alur (flow).

Dalam waktu dekat, topik yang saya rencanakan adalah bahasa, logika, dan anime. Blog dan bahasa dekat kaitannya. Bahasa dan logika cukup erat karena bahasa seringkali butuh penalaran yang baik. Logika dan anime saya juga tidak tahu. Kita lihat saja nanti.

Saya sekarang juga mengikuti beberapa tantangan foto (photo challenge). Mengikuti disini artinya saya ikut mengepos foto pada waktu tema foto diumumkan. Tantangan foto ini lumayan untuk melampiaskan hobi foto. Hobi ini dulu SMA sempat ada, kemudian hilang, kemudian muncul lagi. Lumayan juga untuk mengundang mata-mata ke blog dan meningkatkan interaksi di blog. Dengan demikian, makin banyak motivasi untuk mengisi blog ini. Tantangan foto ini juga saya gunakan untuk mengisi hari di saat saya belum punya stok tulisan untuk dipublikasi sehingga target post harian tercapai.

Selain penopikan, kini saya juga sering melakukan pos berseri. Artinya pos tersebut dipecah menjadi beberapa bagian atau memang pos yang diusahakan menyambung pos terdahulu. Contoh yang pertama adalah seri tulisan Pantai Mutun dan Pulau Tangkil yang ditulis bukan lagi saat minggu topik turis. Tulisan dalam topik pun jika terlalu panjang saya buat seri. Contoh yang kedua adalah seri tulisan puisi yang judulnya adalah nama hari dalam bahasa Inggris dimulai dari FridayThursday,  dan seterusnya. Seri tulisan ini menceritakan pertemuan saya dengan seseorang dibumbui dengan puisi, prosa, dan hiperbola.  Dengan demikian, saya makin punya banyak stok untuk mengisi target harian. Akan tetapi, agar tidak merusak alur, tulisan di luar topik seperti ini saya usahakan jarang terjadi.

Gaya tulisan saya sekarang dapat diamati pada artikel ini. Cukup pendek dan apa adanya. Bila dibandingkan dengan pos kemarin, ada bedanya nggak ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s