Diskusi dan Ide
Comments 7

No English Day?

Setiap kita yang kebetulan dapat mengenyam pendidikan pasti tahu apa itu English day. Satu hari penuh tidak boleh berkata kecuali dengan bahasa Inggris. Kesepakatan ini biasanya diadakan di suatu lab atau instansi atau paguyuban tertentu seminggu satu atau dua kali. Biasanya setiap kata bukan bahasa Inggris yang diucapkan akan didenda Rp500. Lumayan untuk menambah uang kas.

Nah, entah mengapa saya punya usul tentang No English Day, hari dimana setiap kata dalam bahasa Inggris yang terucap akan dikenakan denda. Bukankah kita sudah terlalu sering mengucap kosakata Inggris. Toh, bahasa kita – seperti yang saya tulis dalam dua tulisan yang lalu – punya banyak kata serapan dari bahasa Inggris bukan?

Bayangkan jika No English Day ini dilaksanakan. Kita jadi terpaksa mencari padanan kata dari kata-kata serapan Inggris yang sudah terlanjur tenar. Kita terpaksa mengubah pola pikir kita yang selama ini sudah disetel agak keinggrisan menjadi murni Indonesia atau bahasa daerah. Kata-kata padanan Indonesia yang kurang tenar itu bisa terpaksa kita manfaatkan dalam obrolan sehari-hari. Kayaknya bagus tuh, hehe..

Mana yang lebih susah: English Day atau No English Day. Jika Anda tidak tau bahasa Inggris sama sekali kecuali yes dan no smoking tentu saja yang pertama lebih susah. Tetapi bayangkan Anda punya kemampuan bahasa Inggris minimal. Sepertinya yang kedua jauh lebih susah ya? Apalagi jika hidup Anda berkaitan erat dengan bidang ilmu dan teknologi yang banyak dibumbui istilah aneh-aneh.

Sepertinya tingkat kesulitan No English Day ini bisa dibagi menjadi beberapa tingkat.

Tingkat pertama: mudah (easy). Cukup larang semua kata bahasa Inggris asli. Dengan kata lain kata serapan tidak diharamkan. Tingkat ini tentu saja cukup mudah karena toh kita sehari-hari hampir berbahasa Indonesia tanpa campuran bahasa Inggris. Hampir, kecuali jika Anda banyak bergelut dengan istilah asing yang Anda malas menerjemahkannya. Dengan tingkat ini, Anda dipaksa mengalihbahasakan istilah-istilah yang ada di bidang Anda.

Tingkat kedua: sedang (medium). Larangan pada tingkat ini dinaikkan menjadi semua kata bahasa Inggris dan serapannya, kecuali semua istilah dalam bidang Anda dan kata-kata yang akbab. Untuk memperjelas pengecualiannya, bisa dengan menetapkan bidang dari kata tersebut, misalnya istilah Komputer, Informatika, dan Keuangan. Tentu istilahnya tidak boleh dalam bahasa Inggris. Cara lain bisa juga dengan mendaftar kata-kata yang dimaafkan.

Tingkat ketiga: susah (hard). Naikkan lagi pengharaman kata-kata bahasa Inggris menjadi semua kata berbau bahasa Inggris dan serapannya, kecuali kata serapan bahasa Inggris yang akrab. Pengecualian ini bisa dibatasi dengan semua kata serapan yang tidak berbentuk -isasi, -asi, -iusre-, dan -er. Dengan demikian kata seperti konsolidasi, reboisasi, ambisius,  religius, dll yang semuanya bisa dicari padanan Indonesianya itu tidak dibiarkan bebas. Meskipun begitu, sesuai nama tingkatannya, tingkat ini juga susah dikendalikan karena batasan akrab dan tidak dalam kata serapan itu susah ditarik garisnya.

Tingkat keempat: mustahil (imposibru). Anda mungkin bisa menebaknya. Larang saja semua kata yang berbau bahasa Inggris, mau itu bahasa Inggris aslinya, serapan istilah, serapan yang sudah akrab, semuanya. Dijamin susah minta ampun untuk sekedar ngobrol sama rekan sejawat doang.

Bagaimana? Tertarik untuk menerapkan No English Day  di kantor atau lab Anda?

7 Comments

  1. Ping-balik: Bagaimana Saya Sekarang Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

  2. hashtag #fail berubah jadi #gagal :)))))
    oh hashtagnya itu sendiri berubah jadi……… tanda hash (???)
    #foreveralone jadi #selamanyasendiri (ya Allah) :)))))))
    kayaknya susah banget, bed..😀

  3. haha, gimana kalo kita coba terapkan di kosan bed, trus yang kalah (salah paling banyak) di suruh ntraktir pisang bakar, haha

    *kalo untuk kamu kayaknya lebih cocok “Hari bahasa indonesia baku”, haha

    • hmmm…. kalo dikosan orangnya juga dikit, trus kayak sering ngobrol aja… tapi boleh sih, tapi serem juga ya… belum kebayang seketat apa jadinya…

      *kalo ngomong kan gak mesti baku… kayak kamu ngomong baku aja😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s