Diskusi dan Ide
Comments 10

Pilih Kata yang Indonesiawi bukan Indolish

Sejiwa dengan tulisan saya sebelumnya  tentang munculnya pernyataan seseorang bahwa “Bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari jika sudah tahu bahasa Inggris”, tulisan ini lebih menyoroti sisi terapan dari masalah ini.  Akan kita lihat beberapa contoh tambahan -jika boleh penulis sebut sebagai- pencemaran kalimat bahasa Indonesia oleh bahasa Inggris. Tentu saja contoh-contoh ini dan contoh sebelumnya hanya menurut pandangan penulis sebagai masyarakat awam.

Fenomena ini dalam bentuk parahnya dan mungkin dalam jangka pandang bisa saja membentuk bahasa baru, Indolish yang bergabung dengan keluarga -lish lainnya: japlish, singlish, dkk. Perlu diingat bahwa pencemaran kalimat ini lebih biasa dilakukan pada interaksi tidak resmi (informal bahasa sononya) dibanding resmi (formal) dan lisan dibanding tulisan. Biasanya pencemaran terjadi karena terbiasanya pengguna kosakata  atau istilah dalam suatu bidang dan dalam masyarakat dunia. Tentu saja, kebiasaan-kebiasaan ini bisa berpengaruh kepada tatanan sosial dan bahasa itu sendiri jika kita tidak membuka mata satu sama lain.

Sebelum berlanjut, perlu saya tegaskan bahwa saya bukan ahli bahasa Indonesia dan juga bukan pemerhati/ pengamat bahasa. Saya hanyalah mahasiswa yang merasa sedikit miris dengan kondisi bahasa ini diserang oleh bahasa Inggris yang tampak jauh lebih sangar dan masyur.

Pemakaian Kata Kerja Asing

Pemakaian kata kerja asing khususnya kosakata dari bahasa Inggris cukup banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sepertinya lebih banyak ditemui pada kalangan berpendidikan terutama yang sering dihujani bahasa Inggris setiap harinya. Terdapat setidaknya dua jenis pencemaran dengan kata kerja asing ini.

Jenis pertama adalah pemakaian kata kerja asing langsung dengan bentuk asalnya. Pencemaran ini dengan mudah dapat kita kenali karena penulisannya yang tidak biasa. Karena kata kerja yang dipakai bukan kosakata resmi bahasa Indonesia, bentuk kalimat menjadi me-[English] atau di-[English] seperti pada tabel di bawah ini. Padahal tentu saja, kita harusnya bisa memilih memakai arti kata dalam bahasa kita dibanding memakai kata asing apalagi hanya untuk keren-kerenan.

Tercemar Indolish Padanan Indonesia
Lili tidak bisa me-recall kejadian itu. Lili tidak bisa mengingat kejadian itu.
Rita men-support semua pilihan ya… Rita mendukung semua pilihan ya…
Saya tidak ingin Anda men-judge s… Saya tidak ingin Anda menilai s…
Sampah ini tidak bisa di-recycle karena… Sampah ini tidak bisa didaur ulang karena….
GCD mulai men-develop perumahan mew… GCD mulai mengembangkan perumahan mew…
Mama me-layout ruang tamu deng… Mama menata ruang tamu deng…
Kita harus bisa meng-encourage diri … Kita harus bisa mempergiatkan diri …
Loe di-invite ke undangan nikah si … Loe diundang ke undangan nikah si …
Mohon sms nya di-forward ke… Mohon sms nya diterusin ke…
Tulisan ini di-share dong. Tulisan ini disebarin dong.

Beberapa contoh terakhir berkaitan dengan teknologi dan sering kita pakai. Kelemahan kita yang paling utama memang di sisi ini. Karena kata kerja bahasa Inggris itu menjadi ciri khas (trademark) bagi perintah kerja suatu alat, kita jadi terbiasa memanggilnya dengan bahasa Inggrisnya.

Lebih sulit lagi jika kita menghadapi penulisan tulisan ilmiah. Terkadang kita menemui kata kerja bidang khusus yang tidak ada Indonesianya, misalnya stemming‘  (istilah dalam bidang informatika) menjadi ‘men-stemming‘ saat digunakan. Hal ini memang cukup lucu dan menjadi buah simalakama bagi kita. Penulis sendiri belum mempunyai usul untuk mengatasi masalah ini. Mungkin pe adalah mencari arti dalam bahasa Indonesia yang paling dekat dengan tetap memberi penekanan maksud kita adalah istilah asing tersebut: “… dengan memangkas (stemming) suku kata …”.

Jenis kedua sedikit lebih sulit diketahui dan dihindari meskipun tingkat kejadiannya juga jarang. Kata kerja yang dipakai sebenarnya masih berbentuk mirip dengan bentuk asalnya tetapi seolah-olah sudah diserap dalam bahasa Indonesia.

Tercemar Indolish Padanan Indonesia
Insinyur itu mengkustomisasi mesi… Insinyur itu menyesuaikan mesi…
Andi menginstal AC baru dikamarnya. Andi memasang AC baru dikamarnya.
Bupati mengintroduksi mesin terbaru … Bupati memperkenalkan mesin terbaru …
Dona menginteli ITB sejak tah… Dona mematamatai ITB sejak tah…

Pemakaian seperti di atas bukan hanya Indolish tetapi juga salah dalam tata bahasa Indonesia.

Pemakaian Kata Benda dan Istilah Asing

Selain kata kerja, terdapat pula kita temui pemakaian kata benda asing yang secara blak-blakan ditaruh begitu saja dalam kalimat, mirip dengan kata kerja yang dijabarkan tadi. Pencemaran ini termasuk dalam kategori parah menurut penulis karena bayangkan jika pencemaran seperti ini dilekatkan dengan pencemaran kata kerja sebelumnya yang keduanya memang asli Inggris. Indolish yang sempurna bisa lahir.

Expert dalam domain dermatologi  men-encourage para traveller untuk memakai lotion anti-ultraviolet merk XYZ selama travelling dan sun-bathing.

So English! But Indonesian. Padanan Indonesia yang wajarnya :

Ahli (ranah) dermatologi menyarankan para pelancong untuk memakai calir anti-UV merek XYZ selama perjalanan dan berjemur di bawah sinar matahari.

Beberapa contoh lain pemakaian istilah asing dalam kalimat.

Tercemar Indolish Padanan Indonesia
Bersama email ini saya lampirkan attachment Bersama surel ini saya lampirkan lampiran …
Jika dibiarkan cost pengembangan bisa naik…  Jika begini terus biaya pengembangan bisa naik…
Trade off dari langkah ini adalah put… Tarik-ulur dari langkah ini adalah put…
Dengan demikian feedback dari pengg… Dengan demikian umpan balik dari pengg…
Blue print dari perangkat lunak ini da… Cetak biru dari perangkat lunak ini da…
Saya sudah sampai di fly over dekat … Saya sudah sampai di jembatan layang dekat …
Baby-sitter di rumahku sangat cantik. Pramusiwi di rumahku sangat cantik.
Piranti ini adalah masterpiece buatan … Piranti ini adalah adikarya buatan …
Terdapat gap antara mahasiswa dan … Terdapat kesenjangan antara mahasiswa dan …
Sampai di Indonesia, dia kujemput di airport. Sampai di Indonesia, dia kujemput di bandara.

Istilah asing ini lebih sering ditemukan jika Anda bergerak dalam bidang keilmuan tertentu. Misalkan Anda bergerak dalam bidang informatika dan menemui istilah ‘Information Retrieval‘. Sekilas sulit mengalihbahasakan istilah ini menjadi bahasa Indonesia bukan? Dalam pengalihbahasaan istilah tersebut kita bisa mengacu pada pedoman istilah yang dikeluarkan pusat bahasa. Pedoman ini bisa anda temukan di wikisource. Beberapa diantaranya adalah Buku Praktis Bahasa Indonesia 1 dan 2. Dalam kasus di atas, ‘Information Retrieval‘ dalam bahasa Indonesia adalah ‘Temu Balik Informasi’.

Pemakaian Istilah Serapan Rumit

Istilah rumit yang saya maksud adalah segala istilah. Biasanya istilah ini berbentuk -tion, -tation, re-atau re-tion yang jika diindonesiakan menjadi -isasi, re-, dan re-asi. Pemakaian istilah serapan rumit ini banyak kita temui pada berita dan kegiatan pemerintah.

Sedikit contoh pemakaian istilah rumit yang sering kita amati:

Tercemar Istilah Indolish Padanan Istilah Indonesia
Selebrasi kemenangan Persib dalam … Perayaan kemenangan Persib dalam ..
Bukti itu jelas difabrikasi oleh … Bukti itu jelas dipalsukan oleh …
Diperlukan konsiderasi dari berbagai piha… Diperlukan pertimbangan dari berbagai piha…
Janganlah menjadi mahasiswa medioker… Janganlah menjadi mahasiswa semenjana…
Relokasi kawasan pertokoan balubur … Pemindahtempatan kawasan pertokoan balubur …
Rencana restorasi masjid agung … Rencana pemugaran masjid agung …
Kita harus merejuvenasi nilai-nilai Panca… Kita harus meremajakan kembali nilai-nil…
Pemberian gratifikasi oleh pemerinta… Pemberian hadiah oleh pemerint…
Malnutrisi di daerah Sukasuka ternyata ak… Malagizi di daerah Sukasuka ternyata ak….

Ya, contoh di atas sangatlah sedikit. Jika anda membuka tulisan di sebuah laman berita atau undang-undang milik pemerintah pasti Anda bisa menemukan istilah demikian.

Bukan berarti pemakaian istilah serapan ini salah. Sekali lagi penulis bukanlah ahli bahasa dan bukan pula pemerhati bahasa. Istilah serapan ini justru memberikan makna yang khusus dan mendalam secara singkat terhadap kejadian atau hal yang dimaksud. Istilah ini juga bisa membedakan beberapa hal yang secara prinsip sama tetapi berbeda misalnya gratifikasi dengan .

Hampir setiap istilah yang berbentuk re- dalam bahasa Inggris bisa dan kini sering digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Padahal banyak dari istilah tersebut yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia. Pengartiannya biasanya berbentuk KATA + kembali, sehingga lebih panjang dari padanan Inggrisnya dan kalah tenar. Mengenai hal ini, terdapat tulisan menarik yang memberikan usulan penyesuaian singkat dalam bahasa Indonesia: Re, Kembali atau Li.

Kemudian cermati kalimat dari  Kompas 23 Desember 2006 berikut ini :

Selanjutnya, kekerasan atau violensia bukan hasil logis agresivitas yang kompetitif.

Coba liat ada berapa kata serapan pada potongan kalimat di atas. Saya juga tidak mengerti maksud kalimat di atas apa. Akan tetapi, yang menjadi sorotan pada kalimat tersebut adalah kata ‘violensa’. Kata ini seolah-olah merupakan kata serapan dari kata violence tetapi jarang atau tidak pernah muncul dalam bahasa Indonesia. Sekilas saya juga bingung maksudnya apa. Pada kalimat kita bisa melihat bahwa arti violensa adalah kekerasan. Di kalimat itu tertulis jelas kata kekerasan. Lalu mengapa perlu ada kata violensa di sana?

Jelas sekali lemahnya semangat berbahasa Indonesia tampak pada tulisan tersebut. Pemakaian kata serapan atau pemaksaan serapan hanya untuk meningkatkan kesan intelek pada tulisan dan penulisnya (padahal kagak kan ya). Padahal ini ada di koran cetak kompas loh. Hmm…

Pemakaian Kata Serapan bukan Istilah

Pencemaran golongan ini adalah pencemaran yang paling biasa dilakukan. Usaha untuk menghindarinya pun adalah yang paling sulit karena saking biasanya kita mendengar kalimat dengan kata-kata ini. Wajar saja karena kata tersebut sudah secara resmi diakui pemakaiannya di bahasa ini, sudah diserap. Penyerapan kata-kata ini tidak mesti karena kita tidak memiliki kata yang memberikan arti sama dengan kata yang diserap. Terkadang atau sering kali kata-kata ini diserap karena ketenarannya mengalahkan kata daerah asal.

Pencemaran golongan ini bisa terjadi pada posisi kalimat mana pun. Bisa kata benda, kata kerja, kata sifat, posisi keterangan dan sebagainya.

Perhatikan beberapa contoh pada tabel berikut.

Tercemar Serapan Indolish Padanan Indonesia
Berikut adalah contoh kalimat ambigu… Berikut adalah contoh kalimat taksa…
Foto monokrom itu begitu masyur di… Foto ekawarna itu begitu masyur di…
Nia memakai deodoran … Nia memakai pengawabau …
Ibu Yani adalah supervisor KP di… Ibu Yani adalah penyelia KP di…
Rudi mendesain gaun pengantin… Rudi merancang gaun pengantin…
Desain pesawat yang dipamerkan … Rancang bangun pesawat yang dimaerkan…
Lanskap pegunungan Ural memang indah. Pemandangan pegunungan Ural memang indah.
Urgensi dakwah dalam negara adala…. Pentingnya dakwah dalam negara adala…
Dengan elegan ia melenggak-le… Dengan anggun ia melenggak-le…

Beberapa contoh padanan yang pertama di atas masing sedikit menggelitik telinga kita. Inilah buah simalakama kita yang lebih kenal dengan kata-kata luar dibanding kata-kata sendiri. Hal ini pula yang membuat sulitnya pemakaian padanan Indonesia dibanding serapan luar yang sudah akrab dan diridai lembaga bahasa. Keterpurukan kata padanan Indonesia tersebut sebenarnya bisa diatasi jika kita biasa melihatnya. Ya, semua bergantung pada kebiasaan dan di masa kini kebiasaan kata-kata itu diatur oleh media. Andai saja media itu bisa seperti masa orde baru dahulu saat lembaga bahasanya mengusulkan penggunaan kata-kata baru asli Indonesia.

Kesulitan menghindari pencemaran golongan ini ditambah dengan sulitnya mencari padanan sebagian besar kata serapan terkhusus yang sudah sangat akrab di telinga kita. Bahkan kita sulit memberikan batasan yang jelas mana yang kata serapan bahasa Inggris dan mana yang bukan, mana yang serapan lama dan mana yang baru, atau mana yang kata serapan dan mana yang bukan.

Dalam ragam lisan mungkin penggunaan kosakata serapan ini tidak dapat dihindari secara sempurna. Mau bagaimana lagi jika kita sudah terbiasa memakai. Akan tetapi, sebaiknya kita mengetahui padanan kata dalam bahasa Indonesia dari kosakata Inggris tadi. Adanya Internet seharusnya memudahkan usaha ini.

Bahasa Inggris untuk Nama Perusahaan

Terakhir, penggunaam bahasa Inggris yang cukup sering adalah dalam nama perusahaan. Masa kini mulai digalakkan pendirian banyak cikal perusahaan dari mahasiswa. Pemerintah pun mulai memberikan dukungan yang cukup besar dalam hal ini. Mahasiswa

Dibanding memberikan nama perusahaan kita “Dayheart” atau “Scarlet Game Tech” atau “Violet Real Estate“, alangkah baiknya kita berbangga dengan bahasa kita sendiri dan menamai perusahaan kita dengan nama citra nusantara. Misalkan saja “Puri Ungu” atau “Bumi Kencana Ungu” atau “Sangkuriang” (yang terakhir ini sudah ada yang make).  Mama salah satu adik tingkat saya “Nuansa Lembayung” juga bagus untuk nama perusahaan. Berniat bergerak ke pasar internasional? Memangnya kenapa kalau pakai nama Indonesia, tidak ada salahnya juga kan.

Penutup

Mengutip penutup tulisan saya sebelumnya mengenai masalah Indolish ini, memang semua golongan pencemaran yang penulis sebut di atas hampir tidak ada yang mudah dihindari. Penulis juga merasakan demikan. Usaha ini butuh kerja sama dari seluruh masyarakat, khususnya pemerintah, media massa, dan kita mahasiswa dan dosen yang katanya merupakan kalangan berpendidikan.

Susah tetapi alangkah baiknya jika kita sekuat mungkin memakai istilah yang sudah ada dalam khasanah kosakata bahasa Indonesia, yang tidak keinggrisan sesering mungkin. Jika Anda berhasil melakukannya, pasti tulisan Anda tidak berkurang bobotnya bahkan insya Allah bernilai lebih dan enak dibaca. Menegaskan perbedaan itu penting, untuk menjaga kelestarian bahasa kita juga. Kita tidak mau di masa depan separuh kata di bahasa Indonesia adalah kata serapan dari bahasa Inggris bukan? Jika itu terjadi, pendapat ‘tidak ada lagi yang namanya bahasa Indonesia, yang ada adalah Indolish‘ bisa diperdebatkan.

Catatan untuk tulisan ini.

Tulisan ini berusaha mengikuti apa yang disampaikannya dengan menghindari kata-kata yang terlalu bernuansa keinggrisan berikut menjadi padanannya atau kata yang mirip yaitu superior => sangar, formal => resmi, informal => tidak resmi, tipe => jenis, kategori => golongan, populer => tenar, dan program => kegiatan.

10 Comments

  1. samudera-samudera says

    (maaf tidak menggunakan bahasa baku)
    emeng geli dengan masalah ini. aku ditanya temen, “coba bahasa Indonesianya upload apa?”.aku bingung beberapa saat. lalu baru teringat kata unggah. temenku tanya lagi, “kalo download, terus offline, online? hayo apa?”. waduuh siapa yang tahu.
    dan ternyata padanannya (versi yang dia kasih tahu ke aku ) download=unduh, offline=luring(luar jaringan), online=daring(dalam jaringan).Berarti game online itu permainan dalam jaringan heheheheh.

  2. Ping-balik: Anda Lucu : Bahasa Itu Hidup dan Berkembang | Blog Kemaren Siang

  3. Ping-balik: Bagaimana Saya Sekarang Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

  4. Sayangnya jurusan komputer alat hitung bukan ilmu berbahasa Indonesia.

    * Jadi inget skripsi tulisan tugas akhir yang kebanyakan huruf italic rebahnya.

    • Kata dosen pengajar perguruan tinggi bahasa Indonesia saya, “italic” itu rebah, bukan miring.

      • Ini membalas ke diri sendiri?
        O iya ya rebah… Kayaknya cetak miring lebih lazim terdengar soalnya, tapi bukan tulisan miring. Tulisan rebah mungkin lebih bagus. Eh, emangnya dosen bahasa inggris?

        Komputer dan beberapa istilah lain mah emang gak ada padanannya kayanya.

  5. iya tuhh.Karena sudah jadi kebiasaanya.jadi gk aneh lagi .Tapi tekadang kita suka aneh kalo ada aplikasi di komputer yg biasanya bahasa inggris menjadi bahasa indonesia

    • Kalo aplikasi iya kerasa banget anehnya. Udah biasa liat inggrisnya sih. Tapi kalo dibiasain jadi ilang kok anehnya lama-lama. Tapi kayaknya untuk aplikasi komputer gak terlalu masalah deh. Lingkungan makenya terbatas. Yang lebih utama itu di tulisan/ berita/ notes/ sama di obrolan/ lisan. Di tipi juga udah banyak campur aduk kata sidik… Hmm… Kayak kita mahasiswa ini paling rawan tuh, apalagi orang yg sering keluar neger. Liat aja kalo dosen ngajar, campur2 tuh inggris, walaupun bukan istilah IF. Hehe…

      • iyahhh hahaha.Kadang” saya suka geli dengernya kalo ada orang dia lagi ngomong bahasa indonesia tapi ada bahasa inggris yg nyelip hahaha😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s